Bupati Morowali Ajak Masyarakat Lestarikan Festival Montunu Hulu, Tradisi 26 Tahun Menyambut Idulfitri

banner 468x60

KHABARNEWS – MOROWALI – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Festival Montunu Hulu. Ajakan ini disampaikannya karena festival tersebut dinilai bukan sekadar acara seremonial tahunan, melainkan bagian tak terpisahkan dari identitas budaya masyarakat setempat yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Seruan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Iksan saat menghadiri puncak acara Festival Montunu Hulu yang digelar pada malam ke-27 bulan suci Ramadan. Dalam sambutannya di Lapangan Sangiang Kinambuka, Kecamatan Bungku Tengah, pada Senin (16/3/2026) malam, ia menekankan nilai historis dan spiritual dari tradisi turun-temurun ini.

“Ini bukan seremonial biasa. Malam ini kita bisa menyaksikan bersama bagaimana obor, dengu-dengu, dan lampu-lampu menghiasi lapangan, menciptakan suasana yang penuh makna,” ujar Iksan di hadapan ribuan warga yang hadir.

Lebih dari Sekadar Ritual Tahunan

Bupati Iksan menjelaskan bahwa Festival Montunu Hulu telah menjadi bagian dari denyut nadi masyarakat Morowali selama kurang lebih 26 tahun. Karena itu, ia menegaskan pentingnya estafet kepedulian dari generasi saat ini kepada generasi mendatang agar tradisi ini tidak tergerus zaman.

“Festival ini harus kita pertahankan. Kabupaten Morowali sudah 26 tahun melaksanakan tradisi ini. Generasi kita nanti akan melihat estafet apa yang kita perbuat malam ini,” kata Iksan dalam pidatonya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak membiarkan “api” semangat tradisi ini padam. Menurutnya, menjaga keberlangsungan Festival Montunu Hulu adalah tanggung jawab kolektif.

“Saya ingin menyampaikan, mari kita kokohkan Festival Montunu Hulu ini. Tradisi ini tidak boleh padam, kita harus mempertahankannya sepanjang masa,” tegasnya.

Filosofi Obor: Menyinari Malam Menuju Kemenangan

Festival Montunu Hulu menyimpan makna filosofis yang dalam bagi masyarakat Morowali. Secara etimologis, Montunu berarti membakar, sedangkan Hulu berarti obor. Dengan demikian, Montunu Hulu dapat diartikan sebagai prosesi membakar obor.

Dalam konteks sejarah kerajaan dan budaya lokal, obor menjadi simbol cahaya yang menerangi kegelapan, khususnya di malam-malam akhir bulan Ramadan. Tradisi ini digelar untuk membuat malam terasa lebih terang dan khidmat sebagai simbol bahwa hari kemenangan, Idulfitri, akan segera tiba.

Dengan semangat kebersamaan yang terpancar dari ribuan titik cahaya obor, Pemerintah Kabupaten Morowali berharap tradisi ini tidak hanya menjadi agenda wisata tahunan, tetapi juga pengikat silaturahmi antarwarga dan warisan abadi bagi anak cucu di masa depan.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *