KHABARNEWS – Morowali – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar kegiatan penguatan kapasitas Forum Anak. Acara yang berlangsung di Aula Hotel Amanah, Desa Ipi, Kecamatan Bungku Tengah, Selasa (23/6/2026) ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Tahir, SE, M.Adm.SDA, mewakili Bupati Morowali .
Komitmen Wujudkan Morowali sebagai Kabupaten Layak Anak
Mengusung tema “Anak Berdaya, Morowali Maju: Bersama Mewujudkan Anak Terlindungi, Partisipatif, Sejahtera”, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Morowali sebagai kabupaten layak anak. Asisten I menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan penguatan kapasitas forum anak, seraya menegaskan bahwa kehadiran unsur pemerintah dan perwakilan anak-anak menjadi tanda komitmen bersama untuk terus mewujudkan lingkungan ramah anak di Morowali .
“Melalui kegiatan penguatan ini, saya berharap kapasitas, pengetahuan, dan rasa percaya diri anak-anak semakin terasah, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, maupun pada even-even nasional,” ujar Tahir membacakan sambutan Bupati Morowali .
Forum Anak sebagai Agen Perubahan
Tahir menekankan bahwa forum anak merupakan wadah belajar yang strategis karena anak-anak adalah pemilik masa depan Kabupaten Morowali dan menjadi pundak keberlanjutan pembangunan daerah. Oleh karena itu, anak-anak didorong untuk menjadi agen perubahan yang berperan sebagai pelopor dalam menciptakan perubahan positif serta pelapor yang mampu bersuara jika melihat atau mengalami pelanggaran hak-hak anak .
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa anak-anak tidak dapat berjalan sendiri. Mewujudkan Morowali sebagai kabupaten layak anak bukan hanya tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh perangkat daerah.
“Melalui kesempatan ini, kepada seluruh perangkat daerah, mari buka ruang seluas-luasnya bagi anak-anak, dengar suara mereka, libatkan dalam proses perencanaan pembangunan, pastikan program-program kerja di OPD senantiasa berorientasi pada pemenuhan hak dan perlindungan anak,” harapnya .
Ia pun menambahkan bahwa investasi terbaik sebuah daerah bukan hanya pada infrastruktur fisik atau pertambangan, melainkan pada investasi sumber daya manusia, yaitu anak-anak kita .
Tantangan Era Digital Jadi Perhatian Serius
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Morowali, Nursia, S.H., M.H, menjelaskan bahwa penguatan kapasitas forum anak dari tingkat kabupaten hingga kecamatan sangat diperlukan untuk mendorong sistem proteksi dan edukasi yang terstruktur, masif, dan berkesinambungan. Hal ini penting untuk mengantisipasi berbagai tantangan nyata yang dihadapi anak-anak saat ini .
“Penguatan ini diperlukan agar dapat mengantisipasi anak-anak terpapar dari fenomena perundungan siber, paparan konten pornografi, kekerasan digital, kecanduan gawai, hingga penyalahgunaan narkoba yang dapat mengikis literasi sosial dan masalah kesehatan mental pada anak,” jelas Nursia .
Menurutnya, melalui forum anak dan kegiatan penguatan kapasitas ini, seluruh peserta diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan menyampaikan aspirasi secara santun dan bertanggung jawab untuk menciptakan perubahan nyata ke arah positif bagi lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat .
Acara yang dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Morowali, OPD Lingkup Pemkab Morowali, dan para peserta anak-anak se-Kabupaten Morowali ini dilanjutkan dengan seminar terkait penguatan kapasitas forum anak .










