KHABARNEWS – MOROWALI — Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Menui Kepulauan Palu (IPPMMK) kembali menyoroti janji Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, terkait pemenuhan listrik 24 jam di Kecamatan Menui Kepulauan. Hingga menjelang akhir tahun 2026, masyarakat kepulauan tersebut masih belum merasakan realisasi dari komitmen yang telah diucapkan sejak awal tahun.
Persoalan kelistrikan di wilayah kepulauan ini menjadi perhatian serius karena listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital bagi masyarakat, termasuk warga yang tinggal di pulau-pulau kecil dalam lingkup Kecamatan Menui Kepulauan. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Morowali bersama PT PLN (Persero) telah berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan listrik hingga 24 jam penuh di kawasan tersebut. Rencana uji coba penyaluran listrik 24 jam dijadwalkan mulai berjalan pada Maret 2026.
Namun, Ketua Departemen Advokasi IPPMMK Palu, Muh Farel Irwansyah, menyatakan bahwa hingga saat ini janji tersebut belum juga terealisasi. “Janji Bupati Morowali tentang listrik ini awalnya sudah dinyatakan bulan Maret 2026 Menui 24 jam akan jalan. Namun fakta hari ini, tahun 2026 hampir berakhir, realisasi itu belum terlaksana,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima awak media.
Farel menegaskan bahwa pihaknya berharap janji pembangunan infrastruktur kelistrikan ini tidak hanya menjadi bahan politisasi kampanye semata. “Tentunya besar harapan kami bahwasanya ini jangan menjadi bahan politisasi kampanye semata, tapi ini harus menjadi fakta realisasi yang harus dijalankan,” tegasnya.
Sorotan IPPMMK terhadap persoalan listrik di Menui Kepulauan bukanlah kali pertama. Sebelumnya, organisasi tersebut juga telah menyoroti kondisi fasilitas kelistrikan yang belum difungsikan secara maksimal serta mendesak pemerintah daerah dan PLN untuk memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai perkembangan pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Morowali sebenarnya telah berupaya mempercepat pemerataan pelayanan listrik hingga ke wilayah kepulauan. Bupati Iksan bahkan menyebut telah mendapat kepastian terkait persiapan pembangunan gardu listrik di Kecamatan Menui dan menargetkan proses tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Namun, realisasi di lapangan masih terus dinantikan oleh masyarakat.
IPPMMK meminta pemerintah daerah bersama PLN dan pihak terkait untuk memberikan kejelasan mengenai perkembangan serta target waktu realisasi program listrik tersebut. Janji pembangunan diharapkan tidak berhenti pada pernyataan dan rencana, tetapi benar-benar diwujudkan di lapangan.
Bagi masyarakat kepulauan, pemerataan listrik dan jaringan bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kemajuan pendidikan, ekonomi, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran listrik 24 jam akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup dan aktivitas ekonomi warga di Kecamatan Menui Kepulauan.










