KHABARNEWS – LUWUK, BANGGAI – Polemik dugaan pemotongan Tunjangan Kinerja (Tukin) yang dialami sejumlah tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Banggai menuai respons dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Marsidin Ribangka, SE.
Di tengah isu yang terus bergulir, Marsidin mengaku belum mengetahui adanya dugaan pemotongan tersebut. “Belum ada info sampai saat ini terkait informasi tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (04/09/2026).
Meski mengaku belum menerima informasi, Marsidin menegaskan bahwa jika dugaan pemotongan Tukin nakes terbukti benar, maka harus ada tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat.
Pernyataan ini muncul di tengah memanasnya isu dugaan praktik pemotongan honor dan jasa pelayanan (jaspel) nakes di Kabupaten Banggai. Bahkan, isu ini sudah sampai ke ranah DPRD. Komisi I DPRD Kabupaten Banggai dikabarkan akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada pekan depan dengan memanggil seluruh Kepala Puskesmas dan Kepala Dinas Kesehatan untuk memberikan klarifikasi.
Sebelumnya, beredar kabar bahwa oknum di lingkungan Dinas Kesehatan diduga mematok potongan sebesar Rp150.000 hingga Rp250.000 per orang dari hak nakes. Selain itu, praktik pemotongan hingga 10 persen dari honor nakes juga dilaporkan terjadi, yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Puskesmas.
Tenaga Ahli Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Banggai, Muhamad Ramdan, mengecam keras tindakan tersebut dan mendesak Dinas Kesehatan untuk segera turun tangan. Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Banggai, Lisa Sundari, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal persoalan ini secara serius dan tidak segan mengeluarkan rekomendasi sanksi berat jika terbukti ada penyelewengan.
Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat tenaga kesehatan merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Masyarakat pun menunggu langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten Banggai dan Dinas Kesehatan untuk mengusut tuntas dugaan pemotongan yang merugikan para nakes ini.










