Ricuh Demo Warga Matarape vs Pekerja PT ASKON di Perbatasan Morowali-Konawe Utara, Sejumlah Orang Luka-Luka

banner 468x60

KHABARNEWS – Morowali, Sulawesi Tengah — Aksi demonstrasi warga Desa Matarape di area operasional PT Anugrah Sakti Konstruksi (ASKON) berakhir ricuh pada Jumat (2/10/2026). Bentrokan fisik antara massa aksi dan sejumlah pekerja perusahaan tidak terhindarkan, menyebabkan sejumlah peserta dilaporkan mengalami luka-luka.

Kapolsek Bahodopi, Iptu Ewaldo Tasmi, S.Tr.K., bersama anggota mengamankan jalannya aksi di lokasi yang berada di perbatasan Kabupaten Konawe Utara (Sulawesi Tenggara) dan Kabupaten Morowali (Sulawesi Tengah) tersebut.

Kronologi Aksi dan Pemicu Kericuhan

Kericuhan berawal dari aksi pemblokiran jalan hauling yang dilakukan warga sejak pagi. Massa mulai berkumpul sekitar pukul 09.00 Wita, kemudian bergerak menuju perempatan jalan hauling yang menjadi akses utama menuju kawasan jetty.

Mereka memasang kayu, bambu, dan spanduk serta mendirikan tenda di badan jalan. Akibatnya, aktivitas pengangkutan material perusahaan lumpuh total.

Warga menuntut pengendalian debu dari kendaraan pengangkut material yang disebut menyebar hingga ke permukiman Desa Matarape. Menurut koordinator aksi, Muhlis, debu tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga mencemaskan dampaknya terhadap kesehatan dan merusak tanaman milik warga.

“Warga menuntut kepastian dan pengendalian debu dari jalan hauling yang dinilai merusak lingkungan serta mengganggu kenyamanan permukiman di Desa Matarape,” ungkap perwakilan warga di lokasi aksi.

Situasi memanas sekitar pukul 12.15 Wita setelah dua unit kendaraan milik massa aksi dilaporkan dirusak oleh pihak perusahaan menggunakan alat berat jenis ekskavator. Amarah massa kemudian memuncak dan terjadi benturan fisik yang melibatkan penggunaan kayu, besi, dan benda lainnya.

Dampak dan Korban

Dalam kericuhan tersebut, sejumlah orang dari kedua belah pihak dilaporkan mengalami luka-luka. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada data resmi mengenai jumlah pasti maupun kondisi para korban.

Selain korban luka, sejumlah kendaraan operasional dilaporkan mengalami kerusakan. Muncul pula laporan mengenai pembakaran terhadap alat berat, meskipun hal ini masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Respons Kepolisian

Menanggapi situasi yang kian memanas, Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini turun langsung mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Kami meminta kepada seluruh masyarakat di Desa Matarape agar senantiasa menahan diri, tidak mudah terpancing oleh provokasi, dan menyerahkan sepenuhnya penanganan persoalan ini kepada pihak berwenang,” ujar Reza.

Polres Morowali juga melibatkan personel Polres Konawe Utara dalam pengamanan di lokasi, mengingat wilayah tersebut merupakan wilayah kepolisian terdekat dengan site PT ASKON. Satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob dikerahkan untuk melokalisir area benturan dan mencegah eskalasi lanjutan.

Belum Ada Keterangan Resmi

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari manajemen PT ASKON maupun kepolisian terkait penyebab awal kericuhan dan jumlah pasti korban. Pihak yang bertanggung jawab atas masing-masing kerusakan juga masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Aparat kepolisian terus melakukan upaya pengamanan dan mengimbau masyarakat tidak terprovokasi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi guna mencegah situasi semakin meluas.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *