KhabarNews.Id _ PALU – Banjir melanda Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, pada Minggu (11/1/2026) pagi. Genangan air merendam permukiman warga dan badan Jalan Trans Sulawesi, menyebabkan arus lalu lintas sempat terhambat. Peristiwa ini disebut sebagai kejadian langka yang terakhir terjadi puluhan tahun lalu.
Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir terjadi di beberapa titik, yaitu RW 1, RW 7, dan RW 8 Kelurahan Pantoloan. RW 1 menjadi wilayah terdampak terparah, di mana genangan air bahkan sempat menghambat akses jalur fly over Pantoloan.

Pelaksana Harian (Plh.) Lurah Pantoloan, Fakhruddin, menyebutkan hujan deras mulai mengguyur wilayahnya sejak pukul 04.00-06.00 WITA, menyebabkan air meluap ke permukiman. “Sekarang sudah mulai surut,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Fakhruddin mengkonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, sedikitnya 30 Kepala Keluarga (KK) terdampak, khususnya di RW 1, dengan sejumlah warga mengalami kerugian materi.
Salah seorang warga terdampak, Abdul Rafik Qadir, menuturkan air mulai naik dan meluap sejak pukul 04.00 WITA. Ia menyebut banjir kali ini adalah yang terparah, karena air masuk hingga ke dalam rumah, berbeda dengan kejadian sebelumnya yang hanya menggenangi area luar.

“Barang-barang termasuk saya punya warung banyak yang hanyut. Kulkas masih sempat saya angkat ke atas,” kata Abdul Rafik, mendeskripsikan upaya penyelamatan hartanya.
Meski kondisi banjir di Pantoloan sudah berangsur surut, pihak kelurahan terus memantau perkembangan dan dampaknya terhadap warga. Kejadian ini mengganggu aktivitas warga dan mobilitas di jalur arteri Trans Sulawesi untuk beberapa waktu.










