KhabarNews.Id _ Morowali – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, meresmikan tujuh ruangan dan fasilitas pelayanan baru di RSUD Morowali pada Rabu, 11 Februari 2026. Peresmian ini menandai komitmen nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Bumi Tepe Asa.
Fasilitas yang diresmikan mencakup Front Office, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Perawatan Intensif (ICU), High Care Unit (HCU), Intensive Cardiovascular Care Unit (ICVCU), Ruang Administrasi, Gedung Genset, serta Workshop. Keberadaan fasilitas baru ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas RSUD Morowali sebagai rumah sakit rujukan di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Iksan menekankan bahwa pembangunan infrastruktur kesehatan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan etika pelayanan.
“Saya tegaskan bahwa peningkatan fasilitas harus berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan. Sebagus apa pun gedung dan peralatannya, tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan sikap ramah, responsif, dan profesional kepada pasien serta keluarga yang datang berobat,” ujar Iksan.
Orang nomor satu di Kabupaten Morowali itu juga mendorong seluruh jajaran RSUD untuk terus membangun budaya pelayanan yang humanis. Menurutnya, rumah sakit tidak boleh hanya menjadi tempat yang lengkap secara sarana prasarana, tetapi juga harus terasa hangat dan bersahabat bagi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kesehatan.
“RSUD Morowali harus menjadi rumah sakit yang bukan hanya lengkap secara sarana, tetapi juga hangat dalam pelayanan,” imbuhnya.

Peresmian ini disambut antusias oleh jajaran manajemen rumah sakit dan tenaga kesehatan. Direktur RSUD Morowali menyampaikan bahwa penambahan fasilitas ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang untuk menjadikan RSUD Morowali sebagai pusat layanan kesehatan unggulan di Sulawesi Tengah.
Dengan hadirnya Gedung Genset baru, pasokan listrik untuk alat-alat medis vital kini lebih terjamin, sementara ruang HCU dan ICVCU akan meningkatkan kapasitas perawatan pasien dengan kondisi kritis. Workshop yang diresmikan juga akan difungsikan sebagai pusat pelatihan internal guna meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Morowali berkomitmen untuk terus melanjutkan program penguatan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah, tidak hanya di ibu kota kabupaten tetapi juga di puskesmas-puskesmas kecamatan.










