KhabarNews.Id _ LUWU UTARA, SULAWES SELATAN – Sebuah insiden mengharukan sekaligus memprihatinkan terjadi di jalan provinsi Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Jumat, 23 Januari 2026. Sebuah mobil ambulans yang membawa pasien rujukan dari Rumah Sakit Kolonodale terpaksa diputar balik akibat dihadang oleh massa pengunjuk rasa yang memblokir jalan.
Menurut informasi yang dihimpun, ambulans tersebut sedang dalam perjalanan menuju Makassar untuk membawa pasien yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, aksesnya terhalang oleh demonstrasi yang berlangsung di lokasi tersebut. Meski telah berupaya menjelaskan situasi gawat darurat, pengemudi dan pendamping pasien tidak diizinkan untuk melintas. Alhasil, kendaraan tersebut terpaksa kembali ke arah asal, menunda penanganan medis yang kritis bagi sang pasien.
Salah satu petugas ambulans yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. “Ini benar-benar tidak manusiawi. Pasien butuh pertolongan segera, tapi kami malah dihadang. Kami mohon pengertian, tapi mereka tetap tidak memberi jalan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Insiden ini memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk organisasi kesehatan dan pemuka masyarakat setempat. Mereka menegaskan bahwa hak hidup dan keselamatan pasien harus menjadi prioritas, terlepas dari situasi apapun di lapangan.
“Menghalangi ambulans dalam keadaan darurat adalah pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan yang paling dasar,” tegas dr. Ananda Putri, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sulawesi Selatan. “Kami mendesak semua pihak untuk menghormati kendaraan darurat dan tidak mengorbankan nyawa orang lain.”
Kepolisian Resor (Polres) Luwu Utara saat ini sedang menginvestigasi insiden tersebut. Kapolres Luwu Utara, AKBP Budi Santoso, menyatakan akan memanggil dan memproses hukum oknum yang terlibat dalam penghadangan ambulans tersebut. “Kami tidak akan mentolerir tindakan yang membahayakan jiwa, apapun alasannya,” tandasnya.
Sementara itu, kondisi pasien yang terpaksa diputar balik tersebut masih belum jelas. Keluarga pasien berharap ada solusi cepat agar pasien dapat segera dirujuk ke rumah sakit di Makassar.
Insiden ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga akses jalan untuk kepentingan darurat, termasuk layanan kesehatan, di tengah aksi unjuk rasa atau kondisi lain yang berpotensi mengganggu lalu lintas.










