Sinergi Strategis! Lapas Luwuk Gandeng Basarnas Banggai Gelar Pelatihan Tanggap Darurat untuk Personel

banner 468x60

KhabarNews.Id _ Luwuk, – Guna mengantisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi darurat dan bencana, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menjalin kolaborasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kabupaten Banggai. Kegiatan edukasi dan simulasi tanggap darurat berlangsung di area Lapas Luwuk pada Sabtu (24/1), melibatkan seluruh personel.

Kerja sama ini menekankan pentingnya kemampuan mitigasi bencana di lingkungan Lapas, yang merupakan objek vital dengan risiko kerumunan tinggi. Pelatihan dirancang untuk membekali petugas dengan pengetahuan teknis dan mental tangguh guna menghadapi potensi bencana alam, gempa bumi, hingga situasi darurat lainnya.

Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa pemahaman mitigasi bencana adalah keterampilan wajib bagi setiap petugas. “Lingkungan Lapas memiliki karakteristik risiko unik yang memerlukan penanganan cepat dan terukur. Sinergi dengan Basarnas Banggai adalah langkah strategis agar setiap personel tahu prosedur penyelamatan diri dan orang lain saat darurat terjadi,” ujarnya.

Dalam sesi pelatihan, tim Basarnas Banggai menyampaikan materi komprehensif meliputi:

  1. Teknik Evakuasi Mandiri: Mengarahkan massa di ruang terbatas menuju titik kumpul aman.
  2. Pertolongan Pertama (First Aid): Penanganan awal korban luka sebelum tim medis tiba.

Perwakilan Basarnas Banggai, Liberatus Fangohoi, menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan bahwa koordinasi yang baik antara petugas Lapas dan tim SAR akan mempercepat response time di lapangan. “Basarnas bertanggung jawab terhadap operasi pencarian dan pertolongan di wilayah Kabupaten Banggai dan sekitarnya. Kerja sama dengan instansi seperti Lapas sangat penting untuk memperluas jaringan kesiapsiagaan,” jelasnya.

Inisiatif proaktif Lapas Luwuk ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan. Beliau menilai langkah ini adalah manifestasi nyata dari instruksi pusat mengenai deteksi dini dan kesiapsiagaan. “Keamanan di Lapas tidak hanya soal pagar dan kunci, tetapi juga kesiapan personel menghadapi force majeure,” tegas Bagus.

Pelatihan ini diharapkan dapat membangun sistem komando yang solid dan meningkatkan kapasitas personel secara nyata, bukan sekadar formalitas. Tujuannya adalah membentuk kewaspadaan dini guna meminimalisir risiko kerugian materiil dan korban jiwa.

Kegiatan ditutup dengan simulasi evakuasi darurat yang diikuti secara antusias oleh seluruh personel, menunjukkan peningkatan kesiapan mereka dalam menjaga stabilitas keamanan di bawah tekanan situasi bencana.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *