KHABARNEWS – Morowali – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan sektor pertanian dengan menghadiri langsung Rapat Desk Verifikasi Rencana Kerja Dinas Pertanian Kabupaten Morowali. Agenda strategis ini digelar pada Kamis, 23 April 2026, sebagai langkah awal penyusunan program prioritas untuk Tahun Anggaran 2027.
Kehadiran orang nomor satu di Morowali tersebut menegaskan pentingnya perencanaan yang matang dan akurat guna mewujudkan kedaulatan pangan di daerah. Rapat desk ini menjadi forum penting untuk menelaah, mengkaji, dan memastikan setiap usulan program kerja Dinas Pertanian selaras dengan visi misi pemerintah daerah serta kebutuhan riil para petani di lapangan.

Dalam arahannya, Bupati Iksan menekankan bahwa perencanaan anggaran tidak boleh hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi harus bertransformasi menjadi peta jalan yang solutif. Ia meminta agar alokasi anggaran 2027 nanti difokuskan pada program-program yang berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Saya ingin Rencana Kerja Tahun 2027 ini by data dan tepat sasaran. Jangan sampai ada program yang hanya habis di atas kertas. Kita harus pastikan bantuan bibit, pupuk, alsintan, dan infrastruktur irigasi benar-benar sampai dan dimanfaatkan oleh petani kita di seluruh kecamatan,” tegas Bupati Iksan di sela-sela rapat.
Proses desk verifikasi ini melibatkan jajaran pejabat struktural Dinas Pertanian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Morowali. Mereka secara detail membedah setiap rencana kegiatan, mulai dari program peningkatan produksi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) penyuluh pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Morowali menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyusun perencanaan yang terukur. Beberapa program unggulan yang diusulkan untuk Tahun Anggaran 2027 antara lain perluasan areal tanam komoditas unggulan lokal, digitalisasi sistem pertanian, serta penguatan kelembagaan ekonomi petani melalui pengembangan korporasi petani.
“Dengan arahan langsung dari Bapak Bupati, kami optimistis rencana kerja ini akan lebih tajam dan implementatif. Kami ingin menjadikan sektor pertanian Morowali tidak hanya sebagai penyangga ketahanan pangan, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal yang berdaya saing,” ujarnya.
Rapat yang berlangsung di Kabupaten Morowali ini berjalan dinamis dan produktif. Hasil dari desk verifikasi ini nantinya akan menjadi acuan dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) sebelum disahkan menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Morowali Tahun 2027. Pemerintah daerah menargetkan proses perencanaan ini dapat selesai tepat waktu agar program pembangunan pertanian dapat segera diimplementasikan pada awal tahun mendatang.










