
KHABARNEWS – Morowali – Anggota DPRD Kabupaten Morowali, Putra Bonewa, menyoroti tajam arah kebijakan pembangunan yang dinilainya belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Kritik ini disampaikannya dalam rapat paripurna DPRD Morowali, Jumat (14/8/2026) malam, dan menjadi perbincangan hangat di media sosial, khususnya TikTok .
Putra Bonewa mempertanyakan realisasi pembangunan infrastruktur dalam dua tahun terakhir. Ia menyoroti tidak adanya kegiatan pengaspalan jalan dan pembangunan jalan tani yang signifikan, meskipun Kabupaten Morowali memiliki kapasitas anggaran yang besar .
“Bayangkan Pak Bupati ini dua tahun saya lihat tidak ada pengaspalan, dua tahun tidak ada jalan tani yang dibuat. Bagaimana kira-kira pemerintahan hari ini, sementara kita punya uang,” tegasnya, mempertanyakan manfaat dari anggaran yang ada bagi masyarakat .
Prioritas Pembangunan Harus Berpihak pada Rakyat
Legislator dari Fraksi Perindo ini meminta Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, agar lebih fokus pada program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, masih banyak fasilitas publik yang perlu menjadi prioritas dibandingkan proyek-proyek lain yang kurang urgen .
“Ini saya lihat masih banyak hal-hal yang lain seperti gedung sekolah, pagar, jalan tani, paving block di sekolah-sekolah yang mesti jadi prioritas,” ujar Putra .
Ia bahkan menyoroti dugaan ketidakselarasan antara eksekutif dan legislatif. Putra mengingatkan pentingnya sinergi yang dibangun di atas dasar saling menghargai, serta menyesalkan ketidakhadiran kepala daerah dalam beberapa agenda paripurna penting yang sudah diatur dalam tata tertib .
beberapa paripurna yang dilaksanakan termasuk penetapan atau persetujuan itu sudah di atur tata tertib pasal 131 ayat 4 paripurna penetapan harus yang harus dihadiri oleh kepala daerah yang di maksud kepala daerah yaitu bupati.
Sorotan SILPA dan Serapan Anggaran
Selain prioritas pembangunan, Putra juga menyoroti tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya yang mencapai Rp850 miliar. Ia meminta agar anggaran tidak kembali mengendap dan tidak terjadi penyerapan anggaran yang lambat, karena hal tersebut berpotensi merugikan masyarakat .
“Karena kalau terjadi SILPA, untuk apa kita bahas APBD?” tegasnya .
Dengan kemampuan keuangan daerah yang dinilai besar, Putra Bonewa berharap pemerintah daerah tidak hanya melihat pembangunan dari sisi proyek, tetapi juga mempertimbangkan manfaat dan urgensinya bagi kesejahteraan masyarakat Morowali .










