KhabarNews.Id _ Morowali, 12 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Morowali mencatat sejarah baru di sektor transportasi udara. Hari ini, Kamis (12/2/2026), maskapai Sriwijaya Air resmi melakukan pendaratan (landing) dan lepas landas (take off) perdana di Bandara Maleo Morowali. Kehadiran maskapai nasional ini disambut antusias oleh masyarakat dua kabupaten, yakni Morowali dan Morowali Utara, yang selama ini mendambakan akses penerbangan dengan harga terjangkau.
Peresmian ini ditandai dengan momen penerbangan perdana yang dihadiri langsung oleh Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf. Dalam sambutannya di Bandara Maleo, ia menyebut kehadiran Sriwijaya Air sebagai jawaban atas keluhan warga terkait mahalnya harga tiket pesawat.
“Ini adalah doa masyarakat Morowali dan Morowali Utara yang hari ini terjawab. Dengan hadirnya Sriwijaya Air, akses transportasi udara kita semakin baik dan semakin terjangkau,” ujar Bupati Iksan.

Tekan Harga Hingga 55 Persen
Salah satu dampak paling signifikan dari masuknya Sriwijaya Air adalah penurunan drastis harga tiket. Bupati Iksan mengungkapkan bahwa sebelumnya masyarakat harus merogoh kocek hingga Rp2 juta untuk satu kali penerbangan. Kini, harga tiket berhasil ditekan menjadi sekitar Rp900 ribu.
“Alhamdulillah, Sriwijaya mampu menekan harga tiket menjadi sekitar Rp900 ribu. Ini tentu sangat membantu masyarakat, terutama untuk mobilitas ekonomi, kesehatan, dan pendidikan,” tambahnya.
Penurunan harga hingga lebih dari 50 persen ini diyakini akan meningkatkan frekuensi perjalanan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dorong Pembukaan Rute Baru: Manado, Palu, dan Kendari
Tidak berhenti pada layanan eksisting, Pemerintah Kabupaten Morowali dan Morowali Utara kompak mendorong perluasan rute penerbangan. Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, secara khusus mengusulkan adanya penerbangan langsung menuju Manado.
Sementara itu, Bupati Iksan meminta agar rute ke Palu segera direalisasikan serta menambah frekuensi penerbangan ke Kendari.
“Nanti Morowali Utara minta ada penerbangan sampai Manado. Nah, saya juga meminta ada penerbangan sampai Palu dan ditambah nanti akan ada flight ke Kendari,” pungkas Iksan.
Usulan ini dinilai strategis mengingat Bandara Maleo Morowali telah memiliki potensi konektivitas yang baik. Berdasarkan data layanan penerbangan, rute Manado–Morowali saat ini telah dilayani maskapai Lion Air dengan frekuensi harian . Penambahan rute baru diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah di Sulawesi.
Tonggak Baru Konektivitas Morowali
Peresmian pendaratan dan lepas landas perdana Sriwijaya Air ini menjadi tonggak baru bagi pengembangan transportasi udara yang merata dan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia. Dengan harga tiket yang lebih kompetitif dan rencana penambahan rute, Bandara Maleo Morowali diproyeksikan tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga penggerak investasi dan pariwisata di Sulawesi Tengah.
Pemerintah daerah optimistis, peningkatan konektivitas ini akan berdampak langsung pada percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Morowali Raya.









