Budiawansyah Mundur dari Direktur Vale Indonesia (INCO), Ini Alasan dan Dampaknya

banner 468x60

KHABARNEWS – Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mengumumkan pengunduran diri Budiawansyah dari jabatannya sebagai Direktur sekaligus Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer (CSACO) perseroan.

Surat pengunduran diri diterima manajemen pada 20 Agustus 2026. Corporate Secretary Vale Indonesia, Ranty Astari Rachman, menyatakan bahwa langkah ini merupakan keputusan pribadi Budiawansyah yang berkaitan dengan pertimbangan keluarga.

Tidak Berdampak pada Operasional Perusahaan

Manajemen Vale Indonesia menegaskan bahwa pengunduran diri Budiawansyah tidak berdampak merugikan terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

“Keadaan ini tidak berdampak merugikan terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan dan kelangsungan usaha Perseroan,” jelas manajemen dalam keterbukaan informasi.

Proses RUPS untuk Persetujuan

Sesuai ketentuan yang berlaku, perseroan akan mengajukan permohonan pengunduran diri tersebut untuk memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang akan datang.

Informasi lebih lanjut terkait perubahan susunan direksi akan disampaikan sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi dan tata kelola perusahaan yang berlaku.

Profil Singkat Budiawansyah

Budiawansyah ditunjuk sebagai Direktur Vale Indonesia melalui RUPSLB pada 28 Juli 2025, dengan masa jabatan hingga RUPS Tahunan 2028.

Pria berusia 47 tahun ini memiliki latar belakang pendidikan S1 Teknik Kimia dari UPN “Veteran” Yogyakarta dan S2 Kesehatan dan Keselamatan Kerja dari Universitas Indonesia.

Kariernya di industri pertambangan dimulai sebagai Process Quality Engineer di PT Digitone Indonesia (2002-2004), sebelum bergabung dengan PT Vale dan menghabiskan lebih dari dua dekade di perusahaan tersebut. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Teknik Tambang, Kepala Health Safety Environment & Operational Risk untuk wilayah Asia Pasifik, hingga Kepala Institutional Relation & Permits.

Kinerja Operasional Vale Indonesia Tetap Solid

Meskipun terjadi perubahan di jajaran direksi, Vale Indonesia mencatat kinerja operasional yang menguat. Produksi nikel matte pada kuartal II 2026 mencapai 16.153 metrik ton, naik 19% dibanding kuartal I 2026. Perseroan optimistis tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target produksi tahunan.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *