
KHABARNEWS – Kolonodale, Morowali Utara – Kapolsek Petasia, IPTU Theodorus Risupal, S.H., M.A.P., menyampaikan ucapan selamat Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September. Momentum ini menjadi bentuk penghormatan kepada para petani Indonesia yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Selamat Hari Tani Nasional, 24 September 2026. Jaya terus petani nasional,” ujar IPTU Theodorus Risupal dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
Sejarah Singkat Hari Tani Nasional
Hari Tani Nasional bukan sekadar peringatan seremonial. Tanggal 24 September dipilih karena bertepatan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) pada 24 September 1960. UUPA menjadi tonggak penting dalam reformasi agraria di Indonesia, menghapus sistem pemerasan oleh tuan tanah dan mencabut aturan kolonial terkait kepemilikan tanah.
Penetapan Hari Tani Nasional secara resmi dilakukan Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Nomor 169 Tahun 1963 yang ditandatangani pada 26 Agustus 1963 di Jakarta.
Petani Pilar Ketahanan Pangan
Dalam momentum Hari Tani Nasional 2026, tema yang diangkat adalah Reforma Agraria untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan. Tema ini menegaskan bahwa kepastian hak atas tanah dan perlindungan lahan pertanian produktif menjadi fondasi penting dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat.
Kapolsek Petasia menekankan bahwa petani merupakan ujung tombak dalam memastikan kedaulatan pangan Indonesia tetap terjaga. “Petani adalah pahlawan pangan bangsa. Tanpa mereka, ketahanan pangan kita tidak akan pernah kuat,” imbuhnya.
Peran Petani di Morowali Utara
Kecamatan Petasia, yang menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Morowali Utara, memiliki potensi pertanian yang signifikan. Dengan luas wilayah mencapai 646,34 km² dan topografi yang terdiri dari dataran, perbukitan, serta pegunungan, sektor pertanian menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat setempat.
Kapolsek Petasia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung dan mengapresiasi kerja keras para petani. Menurutnya, penghormatan terhadap petani tidak hanya dilakukan pada momen peringatan, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan nyata sehari-hari.
Ajakan untuk Generasi Muda
Dalam peringatan Hari Tani Nasional 2026, semangat regenerasi petani juga menjadi sorotan. Tantangan alih fungsi lahan dan minimnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian menjadi perhatian bersama.
“Saya berharap generasi muda di Petasia dan Morowali Utara dapat melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan dan berkelanjutan. Mari kita jaga warisan pertanian ini bersama-sama,” tutup IPTU Theodorus Risupal.










