KHABARNEWS – Morowali – Sektor perikanan di Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dinilai masih jauh dari kata optimal meskipun menyimpan potensi sumber daya laut yang sangat besar. Minimnya sarana dan prasarana pendukung menjadi batu sandungan utama bagi nelayan setempat untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.
Sejumlah fasilitas vital hingga kini belum tersedia di wilayah kepulauan tersebut. Di antaranya adalah pelabuhan perikanan, pabrik es balok, serta Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) atau diler minyak khusus. Kondisi ini memaksa nelayan menghadapi biaya operasional tinggi; sebagai contoh, kebutuhan es balok untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan masih harus didatangkan dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Selain itu, keterbatasan alat bantu penangkapan seperti rumpon dasar dan rumpon apung turut membatasi area dan volume tangkapan ikan demersal maupun pelagis.
Secara geografis, Menui Kepulauan berada di perairan laut dalam dengan potensi budidaya yang menjanjikan. Kawasan seperti Desa Padei Darat, Buranga, dan Kelurahan Ulunambo dinilai sangat cocok untuk pengembangan budidaya sistem jaring tancap maupun jaring apung. Namun, para pembudidaya masih mengeluhkan sulitnya akses terhadap bibit ikan unggul. Selama ini, mereka hanya mengandalkan bibit ikan bobara dari alam liar, dan berharap ada dukungan bibit kerapu atau lobster dari Dinas Kelautan dan Perikanan setempat.
Menanggapi persoalan ini, Aziz, alumni S1 Perikanan Universitas Alkhairaat yang juga tokoh masyarakat sipil di Menui Kepulauan, menyoroti kurangnya keberpihakan kebijakan pembangunan. “Menui Kepulauan memiliki sumber daya laut yang luar biasa. Jika dikelola dengan baik dan didukung fasilitas yang memadai, daerah ini bisa menjadi sentra perikanan unggulan di Morowali. Jangan sampai potensi besar ini terus tertinggal,” ujarnya.
Angin Segar Listrik 24 Jam dan Sorotan Tata Kelola
Terkait infrastruktur penunjang, masyarakat telah lama mendesak realisasi listrik 24 jam untuk menggerakkan pabrik es dan cold storage. Kabar baiknya, Pemerintah Kabupaten Morowali telah mengumumkan rencana uji coba penyaluran listrik 24 jam di Menui Kepulauan dan Bungku Selatan mulai Maret 2026. Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menyatakan langkah ini diharapkan mampu mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor perikanan dan perdagangan .
Meski ada perkembangan positif di sektor kelistrikan, catatan kritis terhadap tata kelola perikanan Morowali masih mengemuka. Dalam berbagai analisis, pemerintah daerah dinilai perlu menghadirkan program yang lebih terstruktur dan tidak bersifat insidental. Selain pembangunan fisik, penguatan kelembagaan kelompok nelayan serta pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar bantuan yang diberikan tidak sia-sia .
Lebih lanjut, masyarakat juga mengusulkan pembentukan lembaga pengawasan perikanan dan Pos Polisi Air untuk memberantas praktik illegal fishing yang masih marak terjadi. Sinergi antara pemerintah, nelayan, dan akademisi dinilai krusial untuk mewujudkan ekosistem perikanan berkelanjutan yang mampu mengangkat taraf hidup masyarakat pesisir .
Penulis : Azis S1 Perikanan Alumni Universitas Alkhairaat










