KHABARNEWS – Morowali, 13 Maret 2026 – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pedagang di wilayah Bahodopi untuk menjaga kerapian dan kebersihan tempat berjualan. Menurutnya, kondisi tempat usaha yang kumuh tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga berpotensi menurunkan minat pembeli.
“Penjual apapun itu, kalau tempatnya kumuh, kita jadi setengah mati menjualnya. Kebersihan adalah kunci utama untuk menarik pelanggan,” ujar Iksan saat memberikan sambutan dalam sebuah acara di Hotel Grand Aurel, Bahodopi, Kamis (12/3/2026) malam.
Sebagai kepala daerah yang juga merupakan putra asli Morowali, Iksan menegaskan bahwa penataan kawasan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengaku memiliki komitmen pribadi untuk menjaga wajah daerah agar tetap bersih, rapi, dan nyaman.
Dalam kesempatan tersebut, Iksan secara khusus menyapa para pedagang perempuan atau ibu-ibu yang berjualan di kawasan itu. Ia meminta mereka untuk menata kios dan lapak dagangan dengan sebaik mungkin. Ia juga membuka ruang diskusi bagi para pedagang yang ingin berkonsultasi sebelum membangun atau merenovasi tempat usaha.
“Ini PR kita bersama. Saya sebagai bupati, apalagi saya juga putra daerah di sini, merasa bertanggung jawab. Jadi tolong ibu-ibu, kalau buat tempat jualan dirapikan sebaik mungkin. Kalau bisa, kita berdiskusi dulu dengan pemerintah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati Iksan meminta Camat Bahodopi untuk secara aktif memberikan instruksi dan himbauan kepada para pedagang, terutama terkait jarak aman bangunan kios dari bahu jalan. Ia menegaskan bahwa kios sebaiknya dibangun dengan jarak minimal tiga meter dari tepi jalan demi menjaga ketertiban lalu lintas dan kenyamanan kawasan.
“Nanti saya minta Pak Camat, sebelum ada yang membangun kios, harus dikasih instruksi dan himbauan. Tolong dibangun tiga meter atau lebih dari bahu jalan, jangan terlalu dekat,” tegas Iksan.
Tak hanya soal penataan kios, Bupati juga mengingatkan masyarakat untuk turut serta menjaga infrastruktur yang telah dibangun pemerintah. Ia mencontohkan proyek penggalian parit di wilayah Labota yang bertujuan untuk meningkatkan sistem drainase. Iksan berharap warga dapat mendukung upaya tersebut dengan menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
“Labota sudah saya gali paritnya. Saya minta pengertian kepada seluruh masyarakat. Tolong dijaga Bahodopi ini dalam bentuk apapun. Mari kita bekerja sama,” pungkasnya.
Dengan adanya imbauan ini, Pemerintah Kabupaten Morowali berharap kesadaran kolektif masyarakat, khususnya para pedagang, dapat meningkat demi mewujudkan kawasan Bahodopi yang tertib, bersih, dan ramah bagi pembeli.










