KHABARNEWS – MOROWALI – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, secara resmi menutup kegiatan Tebar Harapan Ramadan (THR) Culinary Zone 2026 yang digelar di Hotel Graha Aurel, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, pada Kamis (12/3/2026).
Acara yang diselenggarakan oleh Komunitas Pengusaha Pejuang Ikhlas (Komppas) ini menjadi momentum penting bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bumi Tepe Asa. Kehadiran Bupati Iksan dalam penutupan acara tersebut menunjukkan perhatian serius pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor riil di tengah pesatnya pertumbuhan industri di Morowali.

Dalam sambutannya, Bupati Iksan Baharudin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Komppas yang telah konsisten menghadirkan ruang kreatif bagi UMKM melalui ajang kuliner tahunan ini.
“Kegiatan seperti THR Culinary Zone ini bukan sekadar ajang jualan, tetapi menjadi ruang yang baik bagi pelaku UMKM untuk berkembang sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Ini adalah wujud nyata kolaborasi antara komunitas usaha dan pemerintah,” ujar Bupati Iksan.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Morowali ini menegaskan pentingnya sinergi antara UMKM dan industri besar yang ada di wilayah tersebut. Menurutnya, di tengah pesatnya pertumbuhan industri di Morowali, UMKM harus terus didorong agar tumbuh kuat dan mampu memanfaatkan peluang pasar yang semakin besar.

“Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton di daerah sendiri. Dengan perkembangan industri yang ada, peluang pasar semakin terbuka lebar. UMKM kita harus siap dan mampu bersaing, baik dalam hal kualitas produk maupun inovasi,” tegasnya.
Penutupan THR Culinary Zone 2026 berlangsung meriah dan dihadiri oleh puluhan pelaku UMKM, pengurus Komppas, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bahodopi. Selama pelaksanaan, event ini berhasil menjadi magnet bagi masyarakat untuk berbelanja dan menikmati aneka kuliner khas, sekaligus menjadi wadah silaturahmi di bulan suci Ramadan.
Keberadaan acara seperti THR Culinary Zone diharapkan tidak hanya menjadi event musiman, tetapi juga dapat menginspirasi lahirnya program-program serupa yang berkelanjutan. Dengan demikian, UMKM Morowali dapat terus bertransformasi menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan yang tangguh dan mandiri.










