KHABARNEWS – Luwuk – Sebuah langkah cepat dan penuh empati diambil oleh Pemerintah Kabupaten Banggai bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk menjawab kebutuhan mendesak akses transportasi bagi warga Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan. Keputusan ini merupakan respons atas kondisi memprihatinkan yang mengharuskan anak-anak sekolah menyeberangi sungai dengan risiko tinggi, sebuah pemandangan yang sempat viral dan menggerakkan hati banyak pihak .
Anggaran Jembatan Gantung Capai Rp1,75 Miliar
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banggai, I.Gede Dewa Supatriagama, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung sebagai solusi jangka pendek membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Berdasarkan kajian teknis, biaya yang diperlukan mencapai Rp1,75 miliar. Hal ini disebabkan oleh kondisi Sungai Masungkang yang tidak memiliki palung, sehingga membutuhkan konstruksi khusus dengan biaya lebih besar.
Langkah Cepat Gubernur: Dana Pribadi untuk Keselamatan Rakyat
Merespons kondisi darurat ini, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. , mengambil langkah luar biasa dengan memutuskan membangun jembatan gantung menggunakan dana pribadinya . Keputusan ini diambil agar masyarakat tidak perlu menunggu proses penganggaran yang memakan waktu lebih lama, terutama karena kondisi APBD Provinsi Sulawesi Tengah masih terdampak kebijakan efisiensi .
“Tidak ada waktu lagi untuk saling menyalahkan. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana ada yang peduli terhadap rakyatnya dan segera menghadirkan solusi atas persoalan yang mereka hadapi,” tegas Gubernur Anwar Hafid .
Bagi Anwar Hafid, kepentingan anak-anak untuk tetap dapat bersekolah menjadi pertimbangan utama. “Hati nurani saya terpanggil secara pribadi. Jadi spontanitas saja setelah membaca berita media dan melihat foto anak-anak sekolah yang menyeberang sungai saat banjir,” ujarnya .
Tim teknis yang dipercaya gubernur untuk mengawal pembangunan, Tri Harsono Sibay, mengungkapkan bahwa saat ini tim telah berada di lokasi untuk melakukan pengukuran sebagai dasar penyusunan spesifikasi dan perencanaan konstruksi. Proses pengukuran ditargetkan selesai dalam waktu satu pekan sebelum pekerjaan fisik dimulai .
Rencana Jembatan Permanen Butuh Anggaran Rp25 Miliar
Sementara itu, untuk solusi jangka panjang, pemerintah daerah telah mengusulkan pembangunan jembatan permanen di lokasi yang sama melalui APBN Kementerian Pekerjaan Umum. Nilai usulan anggaran untuk jembatan permanen mencapai lebih dari Rp25 miliar . Jembatan permanen yang diusulkan memiliki panjang sekitar 100 meter dan merupakan salah satu dari dua jembatan di Kabupaten Banggai yang mendapatkan respons positif dari pemerintah pusat.
Harapan Masyarakat dan Dukungan Penuh
Masyarakat Desa Masungkang menyambut antusias rencana pembangunan jembatan gantung ini. Perwakilan warga, Ketut Ira, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian gubernur dan pemerintah daerah terhadap kondisi warga yang selama bertahun-tahun harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai .
“Begitu mendengar kabar Pak Gubernur akan membangun jembatan gantung demi masa depan anak-anak Desa Masungkang, saya sangat terharu. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada bapak gubernur atas kepedulian beliau kepada masyarakat kami,” ujar Ketut Ira .
Pemerintah desa juga berkomitmen untuk mengajak masyarakat bergotong royong mendukung proses pembangunan jembatan gantung yang sudah lama menjadi harapan warga .
Dengan adanya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banggai dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ini, diharapkan akses penyeberangan yang aman bagi warga Desa Masungkang, terutama para pelajar, dapat segera terwujud. (*)










