Komitmen Hijau IMIP di COP30: Tanam Ratusan Ribu Mangrove hingga Operasikan PLTS Raksasa

banner 468x60

KHABARNEWS – Morowali, 11 Maret 2026 – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), pengelola kawasan industri mineral terintegrasi, menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan dengan mengedepankan keseimbangan ekosistem dan adaptasi iklim. Langkah strategis pengurangan emisi karbon serta perlindungan keanekaragaman hayati ini menjadi fokus utama dalam partisipasi aktif perusahaan di Forum COP30 UNFCCC.

Komitmen tersebut sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah (PP) No. 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, yang mendorong pengembangan kawasan industri rendah emisi. IMIP secara konsisten mendukung target penurunan emisi sekitar 10 persen setiap periode melalui peningkatan efisiensi energi, penerapan teknologi bersih, dan penguatan ekosistem lingkungan.

Direktur Environmental PT IMIP, Dermawati S., dalam siaran persnya, Selasa (10/3/2026), menjelaskan bahwa pihaknya telah mengaplikasikan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati (Biodiversity Action Plan). Fokus utama rencana ini meliputi perlindungan habitat kritis, pemulihan area terdegradasi, serta pembangunan koridor ekologis yang menghubungkan kawasan alami dan industri.

Gerakan Hijau: dari Konservasi Mangrove hingga EduPark

Salah satu aksi nyata perlindungan ekosistem pesisir dilakukan melalui program penanaman mangrove. Hingga saat ini, IMIP telah menanam 70.188 bibit bakau di sejumlah desa sekitar kawasan industri dengan luasan mencapai 5,62 hektare. Program serupa diperluas ke Palu, Sulawesi Tengah, dengan 10.000 bibit, dan di Brebes, Jawa Tengah, sebanyak 30.000 bibit. Total potensi serapan karbon dari gerakan ini diproyeksikan mencapai 21.483,2 ton CO₂e.

Pada Desember 2025, penanaman kembali dilakukan di empat lokasi strategis, yakni Desa Matansala (Morowali), Desa Tosale (Donggala), Kelurahan Bungkutoko (Kendari), dan Desa Tapulaga (Konawe). Pada tahun 2026, IMIP menargetkan akumulasi penanaman hingga 150.000 bibit bakau.

Di sektor konservasi terestrial, IMIP mengembangkan IMIP EduPark seluas 23 hektare. Kawasan ini berfungsi sebagai pusat konservasi, pendidikan, dan penelitian bagi satwa endemik Sulawesi. Pada tahun 2024, berkolaborasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), perusahaan turut memindahkan 20 ekor Macaca ochreata (monyet hitam sulawesi) ke habitat baru di Taman Wisata Alam Tokobae.

Transisi Energi: Kendaraan Listrik dan PLTS Raksasa

Upaya pengurangan emisi juga diimplementasikan melalui akselerasi transisi energi di lingkungan industri. Sejumlah tenant di kawasan IMIP telah mengoperasikan 502 unit kendaraan listrik untuk menunjang aktivitas operasional.

Selain itu, PT Huayue Nickel Cobalt menerapkan teknologi daur ulang energi panas dari proses industri untuk dimanfaatkan kembali sebagai pembangkit listrik mandiri. Inovasi energi bersih juga ditunjukkan PT Dexin Steel Indonesia dengan mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap berkapasitas 65,89 MWp. Proyek raksasa ini melibatkan pemasangan 119.800 panel surya di area atap seluas 396.700 meter persegi, dilengkapi sistem penyimpanan energi berkapasitas 22 MW/22 MWh. Saat ini, pengembangan tambahan PLTS sebesar 18 MW untuk fasilitas bahan baku telah mencapai progres sekitar 80 persen.

“Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen IMIP untuk menjalankan industri secara bertanggung jawab sekaligus mendukung agenda global penanganan perubahan iklim. COP30 menjadi momentum memperkuat aksi nyata mitigasi dan adaptasi terhadap krisis iklim. Kami berupaya memastikan pertumbuhan industri berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Dermawati S.

Partisipasi Aktif di COP30 Brasil

Delegasi IMIP tercatat turut serta dalam Forum COP30 yang digelar di Brasil pada 10–21 November 2025 lalu. Agenda internasional tersebut membahas implementasi Perjanjian Paris, pengurangan emisi global, perlindungan hutan tropis dan biodiversitas, serta penguatan pembiayaan teknologi hijau.

Partisipasi ini sekaligus menegaskan konsep operasional IMIP yang berpegang teguh pada prinsip keberlanjutan, mengutamakan efisiensi sumber daya, dan berupaya meminimalisir dampak lingkungan dalam setiap proses produksi.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *