
KHABARNEWS – Morowali – Pemerintah Kabupaten Morowali bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan tokoh industri nasional menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan industri berkelanjutan. Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Industri Neo Energy Morowali Industrial Estate (NEMIE) yang terletak di Desa Buleleng, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali.
Kunjungan tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, serta tokoh bisnis ternama Indonesia, Chairul Tanjung. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandai sinergi yang erat antara pemerintah daerah, provinsi, dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan .
Fokus pada Pembangunan Industri Berkelanjutan
Kawasan NEMIE merupakan proyek strategis nasional yang dirancang sebagai pusat pengolahan mineral berbasis energi hijau. Kawasan ini menjadi perhatian karena menjadi salah satu lokasi pembangunan smelter High-Pressure Acid Leaching (HPAL) pertama di Indonesia yang sepenuhnya menggunakan energi terbarukan, termasuk tenaga air dan surya .
Smelter HPAL ini akan mengolah bijih nikel atau limonite menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) , yang merupakan bahan baku utama untuk prekursor katoda baterai kendaraan listrik (EV). Proyek ini diharapkan mampu menambah kapasitas produksi MHP nasional hingga 120 ribu metrik ton per tahun .
Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa setiap aliran investasi yang masuk ke Sulawesi Tengah harus memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan . Hal ini sejalan dengan visi besar untuk menjadikan industri sebagai tonggak pembangunan peradaban bangsa menuju Indonesia Emas 2045 .
Dukungan Penuh untuk Hilirisasi dan Ekonomi Lokal
Bupati Iksan Baharudin Abdul Rauf menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program hilirisasi yang digalakkan pemerintah pusat. Kehadiran kawasan industri seperti NEMIE diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Morowali .
Kawasan NEMIE sendiri telah mendapatkan Izin Usaha Kawasan Industri (IUKI) pada Agustus 2024, yang memberikan kepastian hukum bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di daerah tersebut . Dengan konsep green industry dan dukungan penuh dari berbagai pihak, NEMIE diproyeksikan menjadi model bagi pengembangan industri berkelanjutan di Indonesia.










