
KHABARNEWS – Kepedulian terhadap keselamatan warga dan pelajar di Kabupaten Banggai mendorong Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Anwar Hafid, M.Si., untuk bertindak cepat. Menggunakan dana pribadinya, ia memprakarsai pembangunan Jembatan Masungkang di Kecamatan Batui Selatan sebagai solusi darurat atas akses penyeberangan yang membahayakan jiwa.
Langkah heroik ini berawal dari beredarnya sebuah video viral yang memperlihatkan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) serta masyarakat sehari-hari harus menyeberangi Sungai Masungkang. Video tersebut menyentak hati nurani Gubernur Anwar Hafid. Tanpa menunggu proses birokrasi anggaran yang panjang, ia memutuskan untuk segera merealisasikan pembangunan jembatan darurat.
“Kalau kita mau menunggu anggaran turun, lama. Apalagi akhir-akhir ini ekonomi kita sedang goyang dan jembatan sudah sangat urgent dibutuhkan oleh masyarakat untuk mobilitas sehari-hari,” ujar Anwar Hafid. Ia menambahkan, “Saya tidak tega melihat anak-anak sekolah dan masyarakat harus berisiko setiap hari. Anak sekolah tidak boleh libur hanya karena tidak ada jembatan penyeberangan” .
Proses Cepat dan Koordinasi Daerah
Saat ini, material jembatan dalam proses pengiriman dan ditargetkan tiba di lokasi dalam hitungan hari. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banggai agar pembangunan jembatan darurat ini dapat berjalan cepat dan lancar . Gubernur menyadari bahwa jembatan darurat bersifat sementara, namun langkah ini penting untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat sebelum pembangunan permanen dilanjutkan melalui anggaran pemerintah.
Apresiasi dan Harapan Masyarakat
Keputusan Gubernur yang dinilai cepat dan tepat ini mendapat apresiasi hangat dari tokoh masyarakat setempat. Mahmud Dg. Masello, Tokoh Adat Kecamatan Batui, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang hatinya tersentuh melihat mobilitas masyarakat dan anak-anak sekolah yang setiap hari terancam risiko keselamatan,” ungkap Mahmud. Ia menceritakan bahwa saat musim penghujan, genangan air menjadi besar dan arus deras, membuat warga harus berpegangan pada bentangan tali yang sangat berbahaya hingga berisiko hanyut .
Dengan adanya inisiatif dari program Berani Membangun ini, diharapkan akses pendidikan dan ekonomi masyarakat Batui Selatan dapat segera pulih dan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Pembangunan ini menjadi bukti nyata kepemimpinan yang responsif dan keberpihakan kepada rakyat kecil di Sulawesi Tengah .










