KHABARNEWS – PALU, Info_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan kemandirian warga binaan melalui program pertanian. Pada Kamis (02/07/2026), Lapas Palu melaksanakan panen perdana selada sebanyak 150 pcs di area brandgang lapas setempat.
Kegiatan panen selada ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, didampingi oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Kasubsi Keamanan, serta Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja (Bimkerlola). Panen berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, menyampaikan bahwa program pertanian ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana pembekalan keterampilan hidup bagi warga binaan. “Kami ingin pembinaan di Lapas Palu benar-benar memberi manfaat ekonomi dan keterampilan bagi Warga Binaan agar siap mandiri setelah bebas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan pertanian, warga binaan tidak hanya dilatih keterampilan di bidang pertanian, tetapi juga ditanamkan nilai tanggung jawab, kerja sama, serta etos kerja produktif. Hasil panen ini diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam lapas, tetapi juga menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Program pertanian di Lapas Kelas IIA Palu merupakan bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian yang berkelanjutan. Sebelumnya, Lapas Palu juga telah sukses memanen berbagai komoditas lainnya, seperti jagung manis dan sayur kangkung. Saat ini, Lapas Palu diketahui mengelola sekitar 10 hektar lahan dengan berbagai komoditas pertanian, perikanan, dan peternakan.
Kegiatan panen selada ini sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia serta program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam rangka penguatan ketahanan pangan nasional. Dengan adanya program ini, diharapkan warga binaan dapat memperoleh manfaat ganda, yaitu keterampilan hidup sekaligus kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan.










