
KHABARNEWS – PALU – Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu menunjukkan hasil nyata program pembinaan kemandirian. Bertempat di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang berlokasi di Desa Langaleso, Kabupaten Sigi, mereka berhasil memanen 80 kilogram sayuran segar pada Minggu (17/05/2026).
Hasil panen tersebut terdiri dari 40 kilogram kangkung dan 40 kilogram sawi. Kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan lancar ini dilakukan bersama petugas pembinaan Lapas Palu.
Program Pertanian sebagai Sarana Pembinaan
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Palu, Makmur, menyampaikan bahwa kegiatan pertanian ini bukan sekadar bercocok tanam, melainkan sarana pembinaan kepribadian dan kemandirian.
“Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan nyata yang bisa digunakan setelah mereka kembali ke masyarakat. Pertanian ini meningkatkan produktivitas dan memberi bekal berharga,” ujar Makmur dalam keterangannya.
Antusiasme warga binaan terlihat dari proses penanaman, perawatan, hingga panen dan pengemasan hasil sayuran. Program ini juga menjadi bagian nyata dari dukungan Lapas Palu terhadap ketahanan pangan nasional.
Apresiasi dari Kantor Wilayah
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi atas inovasi pembinaan produktif berbasis pertanian yang terus dikembangkan Lapas Palu.
“Program seperti ini sangat baik. Selain menciptakan kemandirian pangan di lingkungan lapas, juga membangun karakter kerja keras dan tanggung jawab bagi warga binaan. Kami harap kegiatan serupa dapat direplikasi di unit pelaksana teknis lainnya,” kata Bagus.
Manfaat Ganda bagi Warga Binaan
Kegiatan panen di SAE Desa Langaleso membuktikan bahwa program asimilasi dan edukasi melalui pertanian memberikan manfaat ganda. Warga binaan mendapatkan keterampilan agraris, hasil panen dapat dimanfaatkan untuk konsumsi internal lapas, dan kelebihannya berpotensi menjadi sumber ekonomi.
Dengan keberhasilan ini, Lapas Palu terus berkomitmen mengembangkan program pembinaan yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada reintegrasi sosial bagi warga binaan.










