Wabup Morowali Resmi Tutup Musyawarah Adat II Dewan Adat Tobungku, Hasilkan Kepengurusan Baru 2026-2031

banner 468x60

KHABARNEWS – MOROWALI, SULTENG – Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, secara resmi menutup Musyawarah Adat II Dewan Adat Tobungku yang berlangsung selama empat hari di Hotel Grand Safanah, Desa Bahoruru, Kecamatan Bungku Tengah, Rabu (2/9/2026).

Dalam sambutannya, Iriane menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pebotoa Adati Tobungku atas terselenggaranya musyawarah adat dengan baik.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Morowali, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Pebotoa Adati Tobungku yang telah melaksanakan musyawarah daerah ini dengan baik,” ujar Iriane.

Ia berharap hasil musyawarah dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi Pebotoa Adati Tobungku sekaligus memperkokoh peran lembaga adat dalam kehidupan masyarakat.

Menurut Iriane, Pemerintah Kabupaten Morowali memandang lembaga dan komunitas adat sebagai mitra penting pemerintah daerah dalam menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat persatuan masyarakat, serta membangun karakter generasi muda.

“Semoga kepengurusan yang mendapat amanah nantinya mampu membawa Pebotoa Adati Tobungku semakin maju, solid, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan Kabupaten Morowali,” harapnya.

Hasil Musyawarah: Kepengurusan Baru untuk Lima Tahun ke Depan

Musyawarah Adat II yang berlangsung selama empat hari telah menghasilkan sejumlah keputusan penting. Salah satu hasil utamanya adalah penetapan kepengurusan baru Dewan Adat Tobungku untuk masa bakti lima tahun ke depan.

Drs. Maizun Ilwan Ridwan kembali dipercaya memimpin Dewan Adati Tobungku untuk periode 2026-2031. Dalam sambutannya, Maizun menegaskan komitmennya untuk memperkuat kelembagaan adat, melestarikan sejarah dan budaya Tobungku, serta menjaga nilai-nilai warisan leluhur.

“Kami akan bekerja keras untuk lima tahun ke depan. Kami juga akan terus bersinergi dan berkonsultasi dengan pemerintah daerah sepanjang tidak bertentangan dengan program pemerintah,” ujar Maizun.

Selama musyawarah, peserta membahas berbagai aspek kehidupan masyarakat, khususnya terkait sejarah, budaya, serta upaya pelestarian adat di tengah perkembangan masyarakat yang semakin dinamis. Ketua Panitia Musyawarah Adat II, Arisandi, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian musyawarah telah menghasilkan keputusan yang diharapkan menjadi pijakan dalam memajukan adat dan sejarah Tobungku.

Kegiatan penutupan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali, Yusman Mahbub, para pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Morowali, pengurus Dewan Adat Tobungku, serta tamu undangan lainnya.

Dengan ditutupnya musyawarah ini, Dewan Adati Tobungku diharapkan mampu menjalankan program lima tahun ke depan secara aktif dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *