KHABARNEWS – Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Inspektorat Daerah menggelar Sosialisasi Peningkatan Kepatuhan Pelaksanaan Jasa Konsultan Pengawas Pekerjaan Infrastruktur/Fisik Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Inspektorat, Kompleks KTM Desa Bahomohoni, Bungku Tengah, Kamis (09/07/2026) ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pembangunan daerah.
Sosialisasi yang digagas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) ini bertujuan meningkatkan pemahaman regulasi, ketertiban administrasi, serta manajemen risiko dalam pengadaan dan pelaksanaan proyek konsultansi. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Pimpinan OPD, PPTK OPD Teknis terkait, dan Konsultan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Morowali.
Mengapa Inspektorat Morowali Menggelar Sosialisasi Kepatuhan Konsultan Pengawas?
Inspektur Inspektorat Kabupaten Morowali, Ashar Ma’ruf, menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah antisipasi terhadap hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas pelaksanaan APBD Tahun 2025. “Melalui sosialisasi ini kita bersama-sama berupaya agar pada pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2027, Kabupaten Morowali dapat meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP,” jelasnya.
Opini WTP merupakan predikat tertinggi dalam audit laporan keuangan pemerintah daerah yang menandakan pengelolaan anggaran telah sesuai aturan, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pencapaian ini menjadi indikator penting konsistensi pemerintah daerah dalam menjaga disiplin fiskal dan tata kelola keuangan yang sehat.
Apa Saja yang Ditekankan Inspektur dalam Sosialisasi Tersebut?
Ashar menekankan pentingnya diskusi dan pertukaran informasi guna menyelaraskan pemahaman antara OPD teknis, PPTK, dan konsultan pengawas terkait aturan dan teknis pelaksanaan di lapangan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan fisik tidak hanya dilihat dari hasil pekerjaan di lapangan, tetapi juga dari kepatuhan terhadap administrasi, regulasi, serta kesesuaian pelaksanaan dengan dokumen kontrak.
“Pengawas konsultan harus mengakomodir dan mengawasi setiap tahapan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab bersama. Kedisiplinan dalam administrasi dan kepatuhan terhadap kontrak harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya. Ruang diskusi dan pertukaran informasi antar pihak perlu terus diperkuat agar potensi kendala dalam pelaksanaan proyek dapat dicegah sejak dini.
Siapa Saja yang Menghadiri Sosialisasi Ini?
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Pimpinan OPD, PPTK OPD Teknis terkait, dan Konsultan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Morowali. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan pengawasan pekerjaan infrastruktur yang akuntabel dan profesional.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh pihak terkait dapat meningkatkan komitmen dan tanggung jawab dalam pelaksanaan pengawasan pekerjaan infrastruktur/fisik, sehingga pembangunan di Kabupaten Morowali dapat berjalan sesuai aturan, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran. Upaya penguatan kepatuhan pengawasan proyek fisik ini menjadi langkah penting menjaga kualitas pengelolaan keuangan daerah dan mendukung pencapaian opini WTP yang menjadi target bersama.
Sumber : morowalikab.go.id










