kepala desa topogaro pimpin demo tuntut hak masyarakat dari perusahaan BTIIG

banner 468x60

KHABARNEWS – MOROWALI — Kepala Desa Topogaro, Hamid Dewanto, memimpin langsung aksi demonstrasi bersama ratusan warga menuntut hak masyarakat yang dinilai belum dipenuhi oleh perusahaan PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG). Aksi tersebut digelar di kawasan industri Huabao di Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Massa aksi menuding perusahaan hanya memberikan janji tanpa realisasi konkret terhadap berbagai kesepakatan yang telah disepakati bersama masyarakat. Tuntutan utama dalam demonstrasi ini mencakup kejelasan relokasi Dusun Folili, kompensasi dampak debu operasional perusahaan, serta prioritas penyerapan tenaga kerja lokal.

Salah satu koordinator lapangan dalam aksi tersebut menegaskan bahwa warga telah lama menantikan realisasi janji perusahaan. “Kami meminta pihak perusahaan segera memberikan kepastian dan merealisasikan kesepakatan yang telah disampaikan kepada masyarakat, khususnya terkait relokasi Dusun Folili,” ujar Sulham di hadapan massa aksi .

Tuntutan terkait kompensasi debu juga menjadi sorotan utama. Warga mengeluhkan dampak aktivitas operasional perusahaan yang mereka rasakan sehari-hari. “Masyarakat merasakan langsung dampak aktivitas perusahaan. Karena itu, kompensasi yang menjadi tuntutan warga selama ini harus segera mendapatkan kejelasan,” tegas Moh. Amin, koordinator lainnya .

Selain persoalan lingkungan dan relokasi, warga juga menyoroti minimnya keterlibatan putra daerah dalam lapangan kerja di perusahaan yang beroperasi di wilayah mereka. Sahbudin, salah satu perwakilan warga, menuntut keberpihakan nyata perusahaan terhadap masyarakat lokal. “Kami meminta perusahaan memberikan prioritas yang nyata kepada anak-anak lokal untuk mendapatkan kesempatan bekerja,” katanya .

Aksi demonstrasi ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, warga Topogaro telah berulang kali menyuarakan kekecewaan terhadap perusahaan. Bahkan, sebagian warga pernah dilaporkan ke pihak kepolisian setelah melakukan blokade jalan tani pada Juni 2024 sebagai bentuk protes terhadap klaim perusahaan atas akses jalan yang selama ini digunakan masyarakat .

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT BTIIG belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan warga dalam aksi terbaru tersebut. Massa aksi menegaskan akan terus mengawal tuntutan mereka hingga perusahaan menunjukkan itikad baik dan merealisasikan seluruh komitmen yang telah disepakati.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *