Dorong Ekonomi Rakyat, Bupati Morowali Apresiasi THR Culinary Zone 2026

banner 468x60

KHABARNEWS – MOROWALI – Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, memberikan apresiasi tinggi terhadap suksesnya penyelenggaraan kegiatan Tebar Harian Ramadan (THR) Culinary Zone 2026. Acara yang digagas oleh Komunitas Pengusaha Pejuang Iklas (Komppas) ini dinilai menjadi katalisator kebangkitan ekonomi lokal, khususnya bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Morowali.

Dalam sambutannya saat menutup rangkaian kegiatan di Hotel Grand Aurel, Kamis (12/3/2026), Bupati Iksan menegaskan bahwa event yang berlokasi di Kecamatan Bahomakmur ini memberikan bukti nyata dampak positif bagi roda perekonomian masyarakat kecil.

“Kalau kita bicara UMKM, ini adalah salah satu pendukung kemajuan ekonomi masyarakat, khususnya di seluruh penjuru negeri. Kegiatan seperti ini terbukti mampu menggerakkan perekonomian dan memberdayakan pelaku usaha kecil di daerah,” ujar Iksan.

Momentum UMKM di Tengah Industrialisasi Morowali

Orang nomor satu di Morowali ini menekankan bahwa pembinaan dan pengembangan UMKM tidak boleh terpusat di wilayah tertentu saja, seperti kawasan industri Bahodopi. Menurutnya, semangat kewirausahaan harus tumbuh merata di seluruh penjuru Morowali.

Lebih lanjut, Iksan menyoroti posisi strategis Morowali yang saat ini menjadi episentrum pertumbuhan industri. Kehadiran ribuan tenaga kerja dan masyarakat dari berbagai latar belakang, menurutnya, merupakan potensi pasar yang sangat besar dan harus dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM lokal.

“Kenapa UMKM selalu menjadi perbincangan di setiap wilayah? Apalagi kita berada di tengah banyaknya industri dan masyarakat. Artinya, UMKM harus tumbuh kuat dan berdaya saing. Pasar sudah tersedia di depan mata, tinggal bagaimana kita mengemas produk dan jasa sebaik mungkin,” pungkasnya.

Antusiasme Tinggi, Omzet UMKM Tembus Jutaan Rupiah

Kesuksesan THR Culinary Zone 2026 tidak hanya terlihat dari dukungan pemerintah, tetapi juga dari tingginya animo masyarakat. Berdasarkan data panitia, gelaran kuliner Ramadan ini mampu menyedot perhatian pengunjung dalam jumlah signifikan.

Setiap harinya, tercatat sekitar 200 hingga 400 pengunjung memadati area culinary zone. Tingginya trafik pengunjung ini berbanding lurus dengan pendapatan para pedagang. Panitia memperkirakan omzet yang diraup oleh setiap pelaku UMKM mencapai angka Rp5 juta hingga Rp8 juta per hari. Angka ini membuktikan bahwa sektor UMKM memiliki ketahanan dan potensi besar sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan di Morowali.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *