
KHABARNEWS – Palu – Wakil Ketua II DPRD Sulawesi Tengah, Syarifudin Hafid, memberikan apresiasi tinggi terhadap kepercayaan investasi yang diberikan Pemerintah Singapura dan Pemerintah Pusat kepada Kabupaten Morowali. Rencana pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala besar dinilai menjadi tonggak penting transformasi energi di wilayah tersebut.
Dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (7/7/2026), Syarifudin Hafid menyatakan bahwa proyek ini semakin mengukuhkan posisi Morowali di mata dunia, tidak hanya sebagai magnet investasi industri nikel, tetapi juga sebagai pusat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).
“Ini membuktikan bahwa Morowali bukan hanya magnet investasi di sektor industri berbasis nikel, tetapi kini mulai bertransformasi menjadi pusat pengembangan energi baru terbarukan yang diperhitungkan di tingkat global,” ujar Syarifudin.
Tiga Prioritas Utama DPRD Sulteng untuk Proyek PLTS Morowali
Di balik optimisme tersebut, Syarifudin Hafid menekankan tiga poin krusial yang wajib menjadi perhatian serius pemerintah dan investor agar proyek ini memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat:
- Prioritas Tenaga Kerja Lokal dan Transfer Teknologi
Politisi asal Morowali ini meminta agar proyek PLTS memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal secara masif. Tak hanya menjadi pekerja, ia mendorong adanya program transfer pengetahuan (transfer knowledge) dan alih teknologi dari tenaga ahli asing kepada masyarakat lokal, mulai dari tahap konstruksi hingga operasional. Hal ini dianggap vital agar SDM Morowali memiliki daya saing jangka panjang. - Komitmen Ketat terhadap Kelestarian Lingkungan
Syarifudin menegaskan, meskipun PLTS adalah proyek energi hijau, proses pembangunannya wajib menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengingatkan agar pembangunan tidak mengorbankan ekosistem alam yang menjadi tumpuan hidup masyarakat. - Dampak Ekonomi Luas dan Peningkatan PAD
Proyek strategis ini diharapkan tidak hanya menjadi ikon energi bersih, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Syarifudin berharap investasi ini mampu mendorong geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menciptakan efek domino berupa peluang usaha baru, serta secara signifikan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Morowali.
Dengan sinergi yang baik antara pemerintah daerah, investor, dan masyarakat, proyek PLTS Morowali diharapkan menjadi model pembangunan berkelanjutan yang inklusif di Indonesia.









