
KHABARNEWS – PALU – Wakil Ketua II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, H. Syarifudin Hafid, S.H., semakin memantapkan posisinya sebagai figur pemimpin yang tidak hanya duduk di kursi legislatif, tetapi juga aktif turun langsung ke tengah masyarakat. Gaya kepemimpinan yang humanis dan transformatif ini telah membawanya meraih penghargaan Leadership Excellence Award 2026, sebuah bukti nyata dedikasinya dalam membawa perubahan positif bagi Bumi Tadulako .
Dari DPRD Morowali ke Panggung Provinsi
Perjalanan karier Syarifudin Hafid terus menanjak. Sebelum menjadi Wakil Ketua II DPRD Sulteng, ia merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Morowali yang sukses mengantarkan partainya meraih peningkatan kursi signifikan dari 4 menjadi 8 kursi di periode 2024-2029. Dengan raihan 24.903 suara, ia naik kelas dari Wakil Ketua I DPRD Morowali menjadi anggota dewan provinsi yang disegani .
Kiprahnya di organisasi kemasyarakatan juga tak kalah mentereng. Pada Agustus 2025, ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Tengah periode 2025-2030 . Posisi ini menguatkan komitmennya dalam mengatasi persoalan nilai tukar nelayan yang selama ini berada di bawah angka 100 poin .
Gaya Kepemimpinan Turun Gunung
Syarifudin Hafid konsisten dengan prinsip kepemimpinan yang menjemput bola. Ia rutin menggelar reses di berbagai desa untuk menyerap langsung aspirasi warga .
Dalam reses di Desa Karaupa, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, ia mendengarkan keluhan warga terkait pembebasan lahan 10 hektare milik 21 warga yang belum dibayar, hingga persoalan harga LPG 3 kilogram yang membebani masyarakat . “Semua aspirasi akan saya bawa ke pembahasan tingkat provinsi,” tegasnya .
Hal serupa ia lakukan di Desa Tofuti, Kecamatan Bungku Tengah, di mana masyarakat menyampaikan kebutuhan mendesak akan infrastruktur jalan, sarana air bersih, dan fasilitas kesehatan .
Visi Besar Pengentasan Kemiskinan Ekstrem
Syarifudin Hafid memiliki visi besar menjadikan Sulawesi Tengah sebagai provinsi terdepan dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Ia mendukung penuh target Presiden Prabowo Subianto menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2026 .
Menurutnya, solusi kemiskinan harus berbasis pemberdayaan, bukan sekadar bantuan sosial . Ia mendorong pembentukan Satgas Percepatan Pengentasan Kemiskinan di tingkat provinsi untuk mensinergikan program pusat dan daerah .
“Kekayaan sumber daya alam yang melimpah harus sejalan dengan berkurangnya jumlah masyarakat miskin,” ujarnya penuh optimisme .
Dedikasi untuk Masyarakat Sulteng
Penghargaan Leadership Excellence Award 2026 yang diterimanya di Jakarta menjadi penegasan bahwa dedikasinya diapresiasi di tingkat nasional . Syarifudin Hafid mendedikasikan penghargaan ini untuk seluruh masyarakat Sulawesi Tengah yang terus mendukung inovasi dan perubahan menuju masa depan yang lebih cerah .
“Kepemimpinan sejati diukur bukan dari posisi, melainkan dari dampak positif yang diciptakan bagi sesama,” pesannya .
Dengan pendekatan humanis yang ia jalankan, Syarifudin Hafid membuktikan bahwa seorang pemimpin bijaksana adalah mereka yang selalu hadir di tengah rakyat, mendengar keluhan, dan berjuang untuk kesejahteraan bersama.









