
KHABARNEWS – MOROWALI – Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Bahodopi bergerak cepat mengamankan seorang pria pelaku penikaman terhadap karyawan BRILink di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Peristiwa yang menghebohkan warga Desa Lalampu ini terjadi pada Rabu (8/4/2026).
Kapolsek Bahodopi, IPDA Ewaldo Tasmi, S.Tr.K., membenarkan kejadian penganiayaan berat tersebut dan memastikan situasi keamanan telah terkendali. Pelaku penikaman berinisial C.A. alias Y (28) kini telah diamankan dan langsung digelandang ke Markas Polres Morowali guna menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan lebih intensif .
Berdasarkan data yang dihimpun di lokasi, korban diketahui seorang perempuan berinisial N (20) yang sehari-hari bertugas melayani transaksi di gerai BRILink di Desa Lalampu, Kecamatan Bahodopi.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, kami langsung memerintahkan anggota untuk mengamankan pelaku. Saat ini pelaku sudah kami limpahkan ke Polres Morowali untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar IPDA Ewaldo Tasmi, Rabu malam.
Kronologi Kejadian: Dipicu Sakit Hati dan Emosi Sesaat
Dari hasil pemeriksaan sementara di tempat kejadian perkara (TKP), motif penganiayaan di Morowali ini diduga kuat bukanlah murni kriminalitas jalanan, melainkan dendam pribadi. Kejadian bermula pada Selasa (7/4/2026) malam, saat pelaku dan korban nyaris bersenggolan di sebuah lorong kos-kosan. Saat itu korban diduga sempat mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan pelaku .
Rupanya sakit hati itu belum reda. Keesokan harinya, pelaku mendatangi langsung tempat kerja korban di bilik BRILink. Tanpa basa-basi, pelaku langsung masuk ke dalam boks kaca dan melancarkan aksi brutalnya.
“Pelaku mengaku sakit hati atas ucapan korban sebelumnya. Ia kemudian memukul wajah korban dan menusuk punggungnya menggunakan sebilah pisau,” jelas Kapolsek Bahodopi terkait kasus penusukan karyawan BRILink tersebut.
Akibat kejadian ini, korban N mengalami luka tusuk cukup serius di bagian punggung dan segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Aparat yang tiba di lokasi juga mengamankan barang bukti sebilah pisau yang berlumuran darah segar yang diduga digunakan pelaku untuk melukai korban .
Imbauan Kamtibmas untuk Warga Morowali
Di tengah viralnya video amatir yang merekam detik-detik pasca penusukan di grup WhatsApp warga, IPDA Ewaldo mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing provokasi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kecamatan Bahodopi khususnya, untuk tidak main hakim sendiri. Selesaikan setiap perbedaan atau masalah dengan kepala dingin. Jangan sampai emosi sesaat merusak masa depan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Morowali masih melakukan pendalaman terkait pasal yang akan disangkakan kepada pelaku C.A. alias Y. Proses hukum dipastikan berjalan sesuai aturan yang berlaku.










