Haul ke-58 Guru Tua di Wosu Morowali: Syarifudin Hafid Hadir, Pantun Teduhkan Suasana

banner 468x60

KHABARNEWS – Morowali, – Suasana khidmat dan teduh menyelimuti pelataran Masjid Nurul Iman, Desa Wosu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sabtu (11/4/2026). Ribuan jamaah dari berbagai penjuru tumpah ruah menghadiri puncak peringatan Haul ke-58 Guru Tua, Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, pendiri Alkhairaat.

Dalam agenda akbar tahunan ini, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, H. Syarifudin Hafid, hadir mewakili jajaran legislatif daerah untuk turut mengenang jasa-jasa ulama besar yang dijuluki sebagai “Arsitek Pendidikan dan Pejuang Kemanusiaan Sepanjang Masa” .

Kehadiran Syarifudin Hafid menambah khidmat acara yang mengusung tema besar: “Dari Wosu Menuju Sulteng Nambaso: Guru Tua Sang Arsitek Pendidikan dan Pejuang Kemanusiaan Sepanjang Masa.” Mengenakan pakaian muslim putih, Syarifudin Hafid larut dalam lantunan zikir dan tausiyah yang mencerminkan kecintaan warga Morowali terhadap warisan pendidikan dan akhlak Guru Tua .

Suasana Sejuk dan Penutup Pantun yang Berkesan

Pantauan di lokasi, prosesi haul berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Meski cuaca Morowali cukup terik, suasana batin para jamaah terasa sejuk dan syahdu. Puncak kesejukan itu semakin terasa saat Syarifudin Hafid menyampaikan sambutannya.

Alih-alih menutup dengan kalimat formal, politikus senior asal Bumi Tepe Asa Moroso itu memilih menutup orasinya dengan lantunan pantun khas Melayu. Spontan, ribuan jamaah yang memadati area masjid menyambutnya dengan riuh tepuk tangan dan senyuman.

“Jalan-jalan ke Desa Wosu,
Jangan lupa membeli kenari,
Mari kita jaga warisan Guru Tua,
Agar Sulteng Nambaso segera berdiri.”

Pantun tersebut seolah menjadi pengingat ringan namun sarat makna, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya sekadar hadir dalam seremoni, tetapi juga melanjutkan perjuangan Guru Tua dalam membangun moral bangsa melalui jalur pendidikan .

Guru Tua: Arsitek Pendidikan dari Timur Indonesia

Peringatan Haul ke-58 ini menjadi istimewa karena digelar berdekatan dengan peringatan serupa di daerah lain. Sosok Habib Idrus bin Salim Al-Jufri memang tidak hanya dikenang sebagai pendiri Alkhairaat, tetapi juga sebagai arsitek utama peradaban pendidikan di Sulawesi Tengah dan Indonesia Timur. Warisannya berupa ribuan madrasah dan pondok pesantren yang hingga kini menjadi fondasi utama pendidikan karakter bagi generasi muda .

Dengan digelarnya haul di Wosu, diharapkan semangat “Sulteng Nambaso” (Sulawesi Tengah yang maju dan religius) dapat segera terwujud, melanjutkan cita-cita luhur Guru Tua dalam mencerdaskan kehidupan bangsa . ***

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *