Gubernur Anwar Hafid Gaungkan Semangat Nambaso di Pelantikan FKPA Sulteng: Adat Itu Hebat, Bukan Kuno

banner 468x60

KHABARNEWS – PALU, Sulteng — Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara resmi menegaskan arah kebijakan pembangunan daerah yang berakar pada kekuatan budaya lokal. Komitmen tersebut disampaikan langsung di hadapan para pemangku adat se-Sulawesi Tengah dalam acara pelantikan Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) yang berlangsung di Grand Ballroom Mellinea Hotel Best Western Palu, Selasa (14/04/2026).

Dalam pidatonya, Anwar Hafid memperkenalkan kembali filosofi “Nambaso” —yang dalam bahasa setempat bermakna ‘besar’ atau ‘hebat’— sebagai fondasi identitas kolektif masyarakat Sulawesi Tengah. Ia menilai, kemajuan daerah tidak boleh tercerabut dari akar tradisi.

“Dengan semangat berjamaah dan ditopang kearifan lokal ini, saya yakin Sulawesi Tengah bisa semakin Nambaso,” ujar Anwar Hafid dengan lantang.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa istilah Nambaso bukan sekadar jargon politik atau slogan kampanye. Konsep ini dinilai krusial untuk membentuk pola pikir (mindset) masyarakat agar lebih percaya diri dalam menghadapi tantangan global.

“Semangat Nambaso yang ingin saya tularkan kepada masyarakat adalah keyakinan bahwa Sulawesi Tengah ini memang besar. Kita harus menanamkan dalam pikiran bahwa potensi dan budaya kita itu Nambaso,” tegasnya.

Mengubah Stigma: Adat Bukanlah Warisan Usang

Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam acara tersebut adalah ajakan Anwar Hafid untuk melakukan redefinisi terhadap posisi adat istiadat di era modern. Gubernur menyayangkan masih adanya segelintir pandangan yang menganggap adat sebagai praktik kuno yang tidak relevan dengan perkembangan zaman.

Anwar Hafid dengan tegas membantah anggapan tersebut. Ia menyebut para penjaga tradisi dan pemangku adat justru merupakan garda terdepan dalam mempertahankan jati diri bangsa di tengah gempuran budaya asing.

“Melalui forum ini saya sangat berharap adat dan budaya bisa semakin hidup. Banyak sekali orang yang menganggap adat istiadat itu kuno, padahal mereka yang menjaga adat dan budaya lokal merupakan orang yang hebat,” ungkap Anwar Hafid.

Peran Strategis FKPA dalam Pembangunan Daerah

Dengan dilantiknya kepengurusan FKPA yang baru, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap forum ini mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat adat. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan stabilitas sosial sekaligus mendorong sektor pariwisata berbasis budaya yang berkelanjutan.

Gubernur menutup pidatonya dengan optimisme bahwa energi kolektif yang lahir dari kearifan lokal akan menjadi modal utama Sulawesi Tengah untuk melompat lebih tinggi tanpa kehilangan karakter aslinya.

“Kita buktikan bahwa dengan adat yang kuat, Sulawesi Tengah akan semakin Nambaso,” pungkasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *