Inspeksi Mendadak Bupati Morowali ke Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg, Respons Cepat atas Aduan Warga Soal Harga Mahal

banner 468x60

Khabarnews.Id _ MOROWALI – Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan gas elpiji 3 kilogram atau yang akrab disebut gas melon di Kecamatan Bungku Tengah, beberapa waktu lalu. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat terkait harga jual gas bersubsidi yang dinilai semakin mahal di tingkat pengecer.

Dalam sidak tersebut, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali itu turun langsung memantau ketersediaan stok, mekanisme distribusi, serta memastikan harga jual kepada masyarakat tidak melebihi batas wajar. Ia menegaskan bahwa gas elpiji 3 kg merupakan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat kecil, sehingga distribusinya harus tepat sasaran dan harganya sesuai ketentuan.

“Saya menerima aduan dari warga terkait mahalnya harga gas. Hari ini kita turun langsung untuk mengecek ke pangkalan. Jangan sampai ada permainan harga yang merugikan masyarakat,” tegas Iksan di lokasi sidak, Kamis (25/7/2024).

HET Gas 3 Kg per Kecamatan di Morowali

Dalam kesempatan itu, Bupati Iksan juga memaparkan data Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk gas melon di masing-masing kecamatan. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh faktor geografis dan biaya distribusi, terutama di wilayah kepulauan dan daerah terpencil. Berikut rincian HET per tabung gas 3 kg di Kabupaten Morowali:

· Witaponda: Rp26.000
· Bumi Raya: Rp26.000
· Bungku Barat: Rp28.000
· Bungku Tengah: Rp30.000
· Bungku Timur: Rp30.000
· Bahodopi: Rp32.000
· Bungku Pesisir: Rp32.000
· Bungku Selatan: Rp38.000
· Sombori Kepulauan: Rp39.000
· Menui Kepulauan: Rp38.000

Iksan menjelaskan bahwa disparitas harga antara kecamatan satu dengan lainnya perlu ditelusuri lebih lanjut. Ia meminta agar faktor distribusi dan biaya transportasi menjadi perhatian utama, khususnya untuk wilayah kepulauan yang aksesnya cukup sulit seperti Sombori Kepulauan dan Menui Kepulauan.

“Kita pahami bahwa ongkos angkut ke wilayah kepulauan memang lebih tinggi. Tapi kita harus pastikan kenaikan itu wajar dan tidak memberatkan masyarakat,” ujarnya.

Instruksi Pengawasan Rutin dan Koordinasi dengan Agen

Lebih lanjut, Bupati Iksan menginstruksikan kepada bagian ekonomi Pemkab Morowali untuk terus melakukan pengawasan rutin terhadap distribusi gas elpiji 3 kg. Ia juga meminta agar aparat terkait berkoordinasi intensif dengan agen dan pangkalan guna mencegah lonjakan harga yang tidak wajar di pasaran.

“Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan kelangkaan atau keterbatasan akses untuk meraup keuntungan. Kami akan tindak tegas jika terbukti ada pelanggaran,” ancamnya.

Sidak ini diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus memastikan bahwa masyarakat, terutama kalangan kurang mampu, tetap bisa mendapatkan gas bersubsidi dengan harga sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Dengan adanya pengawasan ketat ini, Pemkab Morowali berkomitmen menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi gas elpiji 3 kg di seluruh wilayah kabupaten, dari perkotaan hingga pelosok kepulauan.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *