KhabarNews.Id _ Luwuk – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk semakin serius mematangkan langkah strategis guna meraih predikat prestisius Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Komitmen ini diperkuat melalui Rapat Penguatan Tim Pembangunan Zona Integritas (ZI) yang digelar di ruang rapat Lapas setempat, Jumat (30/1).
Dalam arahan tegasnya, Ketua Tim Pembangunan ZI Lapas Luwuk, Hairul Asman, menekankan bahwa esensi pembangunan Zona Integritas melampaui sekadar formalitas administrasi. “Pembangunan Zona Integritas bukan hanya soal pemenuhan data dukung di atas kertas, tetapi yang terpenting adalah perubahan pola kerja dan budaya kerja nyata di lapangan,” tegas Hairul.
Sebagai langkah konkret dan modern, Lapas Luwuk melakukan terobosan signifikan pada periode pembangunan ZI tahun ini. Mulai tahun berjalan, seluruh pengelolaan data dukung WBK secara resmi bertransformasi ke arah digital. Seluruh dokumen wajib dikelola menggunakan aplikasi Srikandi, sebuah sistem arsip digital terintegrasi yang diharapkan meningkatkan efisiensi dan transparansi.

“Meski bertransformasi digital, dokumen fisik tetap harus disimpan rapi. Yang terpenting, setiap data yang diunggah harus menunjukkan progres nyata, yakni adanya perubahan atau perbaikan signifikan dibanding periode sebelumnya,” imbuh Hairul.
Mendukung hal tersebut, Kepala Lapas (Kalapas) Luwuk, Muhammad Bahrun, memberikan penguatan khusus kepada seluruh jajaran. Beliau menegaskan bahwa kunci utama meraih kepercayaan publik adalah komitmen kolektif seluruh personel.
“Predikat WBK/WBBM bukan tujuan akhir, melainkan standar yang harus kita buktikan melalui pelayanan yang bersih dan tanpa pamrih. Saya minta seluruh petugas tanpa terkecuali menjadikan integritas sebagai nafas dalam bekerja. Tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi penyimpangan,” tegas Kalapas Bahrun.
Lapas Luwuk juga menyoroti pentingnya menghadirkan inovasi layanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Tujuannya jelas: memastikan setiap proses birokrasi berjalan secara transparan, cepat, dan bebas dari pungutan liar.
Dengan fokus pada penguatan pengawasan internal dan optimalisasi teknologi informasi, Lapas Luwuk optimis dapat mewujudkan birokrasi yang lebih modern, transparan, dan akuntabel. Semua upaya ini diarahkan untuk meraih predikat WBK/WBBM sekaligus merealisasikan nilai-nilai PRIMA (Profesional, Responsif, Inovatif, Modern, Akuntabel) dalam setiap layanan.










