KhabarNews.Id _ Luwuk, 15 Desember 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk kembali membuktikan komitmennya dalam program pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui sektor pertanian. Pada Kamis (15/12/2026), Lapas Luwuk berpartisipasi aktif dalam Kegiatan Panen Raya Serentak Secara Virtual yang dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon dan diikuti seluruh UPT Pemasyarakatan di Indonesia.
Acara bergengsi yang dihadiri langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto, serta Direktur Jenderal Pemasyarakatan tersebut, mencatatkan keberhasilan nyata Lapas Luwuk: panen 100 kg jagung dan 20 kg kangkung. Hasil panen ini murni dari tangan Warga Binaan yang dibina dalam program kemandirian.
Dukungan Penuh untuk Ketahanan Pangan dan Kepedulian Sosial
Dalam sambutannya, Menteri Agus Andrianto menegaskan bahwa Panen Raya Serentak merupakan bagian dari 15 Program Aksi Kemenkumham yang bertujuan memperkuat kemandirian Warga Binaan dan mendukung ketahanan pangan nasional. Beliau juga mengapresiasi penyaluran hasil panen untuk membantu masyarakat terdampak bencana.

Sejalan dengan arahan Menteri, seluruh hasil penjualan panen dari Lapas Luwuk akan disumbangkan sepenuhnya untuk membantu korban bencana alam di Aceh dan Sumatera. Langkah ini merefleksikan misi ganda pemasyarakatan: membina keterampilan sekaligus menanamkan kepedulian sosial.
Keterlibatan Langsung Warga Binaan: Dari Belajar hingga Hasilkan Manfaat
Kepala Lapas Kelas IIB Luwuk, Muhammad Bahrun, menjelaskan bahwa keberhasilan ini adalah buah sinergi seluruh jajaran dan semangat Warga Binaan.
“Program ini bukan hanya untuk menghasilkan panen, tapi membekali keterampilan nyata sebagai bekal reintegrasi sosial. Kami juga ingin menanamkan nilai kepedulian melalui aksi nyata ini,” tegas Bahrun.

Dua Warga Binaan yang terlibat, AR dan HS, mengungkapkan dampak positif kegiatan ini. AR menyatakan mendapat ilmu yang bermanfaat untuk bekal kerja setelah bebas. Sementara HS merasakan peningkatan produktivitas, rasa tanggung jawab, dan kebanggaan karena dapat menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat.
Apresiasi dari Pimpinan dan Komitmen Keberlanjutan
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi atas capaian Lapas Luwuk.
“Keberhasilan ini membuktikan pembinaan kemandirian berjalan optimal dan memberi manfaat nyata. Kami harap program pertanian di Lapas Luwuk bisa menjadi contoh bagi UPT lainnya di Sulawesi Tengah,” ungkap Bagus.
Kegiatan yang diikuti oleh unsur Forkopimda (TNI/Polri, Kelurahan), seluruh pegawai, dan peserta magang ini berlangsung tertib dan lancar. Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Kemenkumham, dilanjutkan pembacaan doa.
Bukti Nyata Pembinaan yang Produktif dan Berdampak
Partisipasi Lapas Luwuk dalam Panen Raya Serentak 2026 menjadi bukti konkrit bahwa pembinaan di bidang pemasyarakatan tidak hanya fokus pada aspek kepribadian, tetapi juga pada pembinaan kemandirian yang produktif, berdaya guna, dan langsung berdampak bagi masyarakat.
Dengan semangat yang sama, Lapas Kelas IIB Luwuk berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan serupa guna menyiapkan Warga Binaan menjadi individu yang mandiri, terampil, dan memiliki kontribusi positif saat kembali ke masyarakat.
Humas Lapas Kelas IIB Luwuk










