
KHABARNEWS – Palu – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu kembali berhasil memanen sayur sawi seberat 5 kilogram sebagai hasil dari program pembinaan kemandirian bagi anak binaan, Kamis (18/6/2026). Panen yang rutin dilaksanakan ini menjadi bukti konsistensi LPKA Palu dalam memberdayakan anak binaan melalui kegiatan produktif yang mendukung program ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Dipimpin oleh Kepala Seksi Pembinaan, Andi Nuryadin, dan Kepala Urusan Umum, Ida Bagus, serta dihadiri mitra kerja dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu, kegiatan panen sawi tersebut menjadi wujud nyata komitmen LPKA Palu dalam membina dan membekali anak binaan dengan keterampilan yang bermanfaat selama menjalani masa pembinaan.
“Kami bersyukur, hasil tanaman sawi kembali dapat dipanen dengan kualitas yang baik. Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari peran aktif anak binaan yang secara rutin melakukan perawatan setiap hari,” ujar Andi.
Lebih lanjut, Andi menjelaskan bahwa program pertanian yang telah berjalan cukup lama tersebut terbukti efektif dan berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mendukung kebutuhan pangan di lingkungan LPKA, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang memberikan keterampilan praktis bagi anak binaan sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
“Program ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan LPKA, tetapi juga memberikan keterampilan praktis kepada anak binaan agar memiliki kemampuan dan pengalaman yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pembinaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Khusus Anak DP3A Kota Palu, Mohammad, mengaku bersyukur dapat turut serta dalam kegiatan panen di LPKA Palu. Menurutnya, sinergi antara DP3A dan LPKA perlu terus diperkuat guna mendukung pembinaan anak binaan agar memiliki keterampilan dan kemandirian.
“Kami sangat mengapresiasi program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan LPKA Palu. Melalui kolaborasi yang baik, kami siap mendukung berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan, kepercayaan diri, dan kemandirian anak binaan, sehingga mereka tetap produktif dan memiliki bekal yang positif untuk masa depan,” ungkap Mohammad.
Kegiatan panen ini sekaligus menunjukkan bahwa program pembinaan di LPKA Palu tidak hanya berfokus pada aspek pembinaan kepribadian, tetapi juga penguatan keterampilan hidup (life skills) yang dapat mendukung proses reintegrasi sosial anak binaan. Melalui kerja sama yang berkelanjutan dengan berbagai mitra, LPKA Palu berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pembinaan yang produktif, edukatif, dan berdampak positif bagi masa depan anak binaan.
HUMAS LPKA PALU










