Warga Binaan Lapas Palu Bantu Bedah Rumah Mantan Narapidana, Bukti Nyata Pembinaan Humanis

banner 468x60

KHABARNEWS – PALU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu kembali menunjukkan komitmennya dalam program pembinaan berbasis kepedulian sosial. Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dilibatkan langsung dalam kegiatan bedah rumah bagi seorang mantan warga binaan, sebagai bagian dari program bantuan dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah.

Kegiatan yang berlangsung di Kota Palu ini melibatkan WBP secara langsung dalam proses perbaikan rumah. Selama pengerjaan, mereka didampingi dan diawasi ketat oleh petugas Lapas Palu untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Wujud Nyata Pembinaan Kemandirian dan Kepedulian Sosial

Keterlibatan WBP dalam program bedah rumah ini bukan sekadar kegiatan sosial biasa. Ini merupakan bagian integral dari program pembinaan kemandirian yang dirancang untuk memberikan kesempatan bagi warga binaan mengaplikasikan keterampilan kerja yang telah mereka pelajari selama menjalani masa pidana.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan nilai kepedulian sosial dan semangat gotong royong di kalangan WBP. Hal ini sejalan dengan upaya Lapas Palu dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial, terutama bagi mantan warga binaan yang akan kembali ke masyarakat. Dengan terlibat langsung dalam kegiatan yang bermanfaat bagi sesama, para WBP diharapkan dapat menginternalisasi nilai-nilai positif yang akan menjadi bekal penting saat mereka kembali hidup bermasyarakat.

Dukungan Penuh dari Pimpinan Lapas Palu

Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, S.H., M.H. , menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Menurutnya, ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan yang diberikan kepada warga binaan selama ini membuahkan hasil yang positif.

“Kami ingin warga binaan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, mereka dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai bagian dari semangat Pemasyarakatan yang humanis dan produktif,” ujar Makmur.

Pernyataan ini menegaskan visi Lapas Palu dalam menjalankan sistem pemasyarakatan yang tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga pada pembinaan karakter dan keterampilan. Program bedah rumah ini menjadi salah satu contoh konkret bagaimana konsep pemasyarakatan yang humanis dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.

Program Berkelanjutan untuk Masyarakat

Kegiatan bedah rumah yang melibatkan WBP ini merupakan bagian dari rangkaian program sosial yang terus digalakkan oleh Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah. Melalui berbagai inisiatif serupa, diharapkan sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik.

Dengan adanya program seperti ini, Lapas Kelas IIA Palu tidak hanya berperan sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi bagi permasalahan sosial di masyarakat. Keterlibatan WBP dalam kegiatan yang produktif dan bermanfaat ini diharapkan dapat mengubah stigma negatif terhadap narapidana dan membuka jalan bagi proses reintegrasi yang lebih mulus setelah mereka menyelesaikan masa hukumannya.

Melalui program bedah rumah ini, Lapas Palu telah membuktikan bahwa sistem pemasyarakatan yang humanis dan produktif dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat luas.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *