Hujan Es Langka Guyur Batui Selatan, BMKG: Dipicu Cuaca Panas Ekstrem dan Awan Cumulonimbus

banner 468x60

KhabarNews.Id _ BANGGAI – Warga Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dikejutkan oleh fenomena alam langka berupa hujan es yang turun pada Minggu (1/2/2026). Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, mencampur rasa takjub dengan kekhawatiran.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Luwuk menjelaskan, hujan es tersebut dipicu oleh pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang intensif. Awan ini berkembang akibat cuaca panas menyengat (heat extreme) yang terjadi sejak siang hari.

“Panas ekstrem menjadi energi utama pembentukan awan tebal yang menjulang tinggi hingga mencapai fase matang,” jelas petugas BMKG Luwuk.

Karakter Awan Pemicu Hujan Es

Dijelaskan lebih lanjut, awan Cumulonimbus memiliki karakter yang berbeda. Sifatnya lokal dengan radius berkisar 5-10 kilometer, namun dampaknya bisa signifikan. Selain hujan es, awan ini dapat menyebabkan angin kencang, hujan lebat, dan sambaran petir

Berdasarkan pemantauan, awan tersebut mulai terbentuk sekitar pukul 13.30 WITA sebelum akhirnya menyebabkan hujan es di Batui Selatan. BMKG juga mengingatkan potensi kejadian serupa masih dapat terulang dalam beberapa hari ke depan jika kondisi cuaca panas ekstrem kembali terjadi.

Respons Warga dan Unggahan di Media Sosial

Fenomena ini langsung ramai di media sosial. Sejumlah warga membagikan pengalaman dan rekaman peristiwa tersebut.

“Petir dan guntur terdengar sangat dekat bersamaan dengan hujan es hingga membuat atap rumah terasa bocor,” tulis akun Irma Yanti.

Sementara akun Sukma Akhnur mempertanyakan keunikan fenomena ini karena di wilayah sekitarnya hanya turun hujan biasa tanpa es. Ada pula komentar reflektif yang mengajak menjaga alam, seperti dari Majoon Hondo Majoon. Sedangkan Sulastri Laadjim berharap peristiwa ini tetap membawa berkah.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

Menghadapi potensi cuaca ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat untuk:

  1. Tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem terjadi.
  2. Memperhatikan tanda-tanda alam seperti awan gelap yang menjulang tinggi.
  3. Aktif memantau informasi peringatan dini cuaca dari kanal resmi BMKG.

Kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dinilai kunci untuk meminimalisir risiko dari fenomena alam lokal seperti hujan es ini.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *