Khabarnews.Id – Morowali, Sulawesi Tengah – Seorang pekerja tambang di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada Rabu (18/2/2026) setelah sebelumnya dilaporkan hilang tertimbun saat bekerja.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, S.H., membenarkan bahwa proses evakuasi berlangsung pada sore hari. “Pada pukul 17.25 Wita, Tim Rescue Pos SAR Morowali berangkat menuju lokasi dengan menggunakan rescue truck serta membawa peralatan SAR pendukung,” ujar Rizal dalam laporan resminya.
Setelah melakukan pencarian intensif, tim akhirnya menemukan korban di bawah tumpukan material longsor. “Korban sudah berhasil dievakuasi oleh tim di lapangan. Namun, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Rizal dengan nada prihatin.
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban masih dalam proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang. Sementara itu, jenazah korban telah dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Peristiwa longsor di area tambang ini diduga disebabkan oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Morowali beberapa hari terakhir. Kondisi tanah yang labil ditambah aktivitas pertambangan dikhawatirkan dapat memicu bencana serupa. Pihak manajemen IMIP dan otoritas setempat masih melakukan investigasi terkait penyebab pasti longsor.
Kecelakaan kerja di sektor pertambangan kembali menjadi sorotan. Tim SAR mengimbau seluruh perusahaan tambang untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan prosedur keselamatan pekerja, terutama saat cuaca ekstrem.
Proses evakuasi yang melibatkan tim SAR gabungan, TNI, Polri, dan pihak perusahaan berlangsung dengan lancar meskipun medan cukup berat. Masyarakat setempat juga turut membantu proses pencarian.
Berita duka ini menambah daftar panjang kecelakaan tambang di Indonesia. Pemerintah daerah bersama pengelola kawasan industri diharapkan dapat memperketat pengawasan keselamatan kerja untuk mencegah kejadian serupa terulang.










