
KHABARNEWS – Palu – Suasana penuh kehangatan menyelimuti kawasan sekitar Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu pada Jumat, (31/7/26). Warga sekitar tampak antusias menerima kunjungan jajaran LPKA Palu yang datang membawa bingkisan istimewa: hasil bumi segar berupa sayur bayam hasil dari kebun pembinaan mandiri yang dikelola langsung oleh anak-anak binaan.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas panen biasa, melainkan sebuah aksi nyata kepedulian sosial yang dirancang untuk mempererat tali silaturahmi antara pihak institusi dengan masyarakat luas. Sayuran hijau yang subur dan segar tersebut dipetik langsung dari lahan produktif yang ada di dalam lingkungan LPKA Palu, menunjukkan bahwa proses pembinaan yang dijalani anak-anak membuahkan hasil yang positif dan bermanfaat bagi sesama.
Kasi Pembinaan LPKA Palu, Andi Nuryadin, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi anak-anak binaan. Melalui kegiatan berkebun, mereka diajarkan untuk produktif sekaligus menumbuhkan rasa empati sosial sejak dini.
“Kami ingin anak-anak binaan tidak hanya belajar bercocok tanam, tetapi juga memahami arti penting berbagi dengan sesama. Hasil panen sayur bayam hari ini adalah wujud kehadiran LPKA Palu yang ingin terus memberikan manfaat positif bagi masyarakat di sekitar lingkungan kantor,” ujar Andi.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan panen ini tidak lepas dari ketekunan anak-anak binaan dalam merawat tanaman setiap hari di bawah bimbingan para petugas LPKA Palu.
Aksi pembagian sayuran segar ini disambut dengan senyum cerah dan rasa syukur oleh para tetangga sekitar. Salah seorang warga Kelurahan setempat, Halimah, mengungkapkan rasa bahagianya saat menerima bantuan sayur bayam langsung dari pihak LPKA Palu.
“Alhamdulillah, kami sangat senang dan berterima kasih sekali kepada LPKA Palu. Sayurnya masih sangat segar-segar dan baru dipetik. Perhatian seperti ini sangat berarti bagi kami, sekaligus menunjukkan bahwa hubungan warga dengan LPKA Palu terjalin sangat baik,” ungkap Halimah penuh kehangatan.
Melalui kegiatan Jumat berkah ini, LPKA Palu membuktikan bahwa tembok pembatas bukanlah halangan untuk terus berbuat kebaikan. Program kemandirian seperti berkebun tidak hanya membekali anak-anak binaan dengan keterampilan hidup (life skills) yang berguna setelah mereka kembali ke masyarakat nanti, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai luhur tentang indahnya berbagi dan menebar manfaat bagi sesama.
HUMAS LPKA PALU










