Perjuangan Panjang di Balik Beasiswa IMIP: Mahasiswa Bahodopi Bicara Soal Hak dan Harapan

banner 468x60

KHABARNEWS – Bahodopi – Program Beasiswa IMIP Bersinergi yang disebut-sebut sebagai pintu masa depan bagi putra-putri Bahodopi, nyatanya lahir dari proses panjang yang tidak sederhana. Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Mahasiswa Kecamatan Bahodopi (FK-PPMKB) menegaskan bahwa program ini bukan hadiah, melainkan hasil perjuangan dan bagian dari hak masyarakat lingkar tambang .

Bukan Hadiah Cuma-Cuma

Ketua FK-PPMKB, Rafky, mengungkapkan bahwa sejak tahun 2020, mahasiswa Bahodopi telah melakukan audiensi, menyampaikan aspirasi, hingga mengawal pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di bidang pendidikan. Baru pada tahun 2022, perjuangan itu mulai membuahkan hasil dengan direalisasikannya program beasiswa .

“Publik perlu mengetahui bahwa beasiswa ini bukan lahir karena kemurahan hati perusahaan, tetapi merupakan hasil dari perjuangan panjang mahasiswa dan masyarakat Bahodopi yang terus mengawal pemenuhan hak masyarakat di wilayah lingkar tambang,” tegas Rafky.

Menyoroti Ketimpangan dan Inkonsistensi

Meskipun program ini telah berjalan, FK-PPMKB menilai pelaksanaannya masih jauh dari harapan . Hampir setiap angkatan, para penerima beasiswa menghadapi perubahan persyaratan administrasi dan mekanisme seleksi yang dinilai inkonsisten.

Lebih lanjut, FK-PPMKB mempertanyakan perbedaan nominal bantuan yang diterima mahasiswa Bahodopi dengan program beasiswa lain yang juga didukung oleh PT IMIP. Mereka menilai hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keberpihakan perusahaan kepada putra-putri daerah yang merupakan masyarakat lingkar tambang.

“Kami mempertanyakan mengapa mahasiswa Bahodopi sebagai masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan industri justru menerima bantuan pendidikan yang nilainya lebih rendah. Masyarakat lokal seharusnya menjadi prioritas utama,” ujar Rafky.

Seruan Pengembangan dan Keberlanjutan

Sekretaris Umum FK-PPMKB, Sinta, menekankan bahwa program beasiswa PT IMIP harus dikembangkan secara berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa sejak awal diskusi dengan PT IMIP, pihaknya telah menyampaikan agar program ini tidak hanya berhenti pada jenjang Sarjana (S1).

“Sejak lama kami mengusulkan agar PT IMIP mulai memikirkan skema beasiswa untuk S2, pendidikan profesi, hingga bantuan penyelesaian studi. Bahodopi membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi lebih tinggi,” jelas Sinta.

Desakan Evaluasi dan Keterbukaan

FK-PPMKB mendesak PT IMIP untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Beasiswa IMIP Bersinergi dengan melibatkan mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat.

“CSR adalah tanggung jawab perusahaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Kami meminta PT IMIP tidak hanya fokus pada publikasi, tetapi juga memastikan keadilan dan keberpihakan program kepada masyarakat lingkar tambang,” tutup Rafky.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT IMIP belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan dari FK-PPMKB.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *