KHABARNEWS – PALU – Pasca deklarasi, Ahmad Ali Center (AAC) resmi memutuskan untuk berbadan hukum dalam bentuk yayasan. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen jangka panjang untuk memastikan manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng), meskipun sang inisiator, Ahmad Ali, kini semakin padat dengan agenda nasional.
Kehadiran AAC didasari oleh kesadaran Ahmad Ali akan keterbatasannya untuk hadir secara fisik di tengah masyarakat. Sebagai Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang aktif mendampingi Ketua Umum PSI sekaligus Presiden ke-7 RI Joko Widodo, mobilitasnya sangat tinggi.
“AAC ini dititipkan agar masyarakat Sulawesi Tengah tetap merasakan manfaat, meski saya tidak selalu berada di tengah-tengah mereka. Kesibukan mendampingi Pak Jokowi dalam berbagai agenda nasional membuat saya tidak mungkin membalas satu per satu permintaan masyarakat Sulteng,” ujar Ahmad Ali.
Oleh karena itu, yayasan ini dihadirkan sebagai wadah pengabdian dan kepedulian yang terstruktur. AAC tidak hanya berfokus pada satu bidang, melainkan akan bergerak di berbagai lini sosial kemanusiaan.
Fokus Program: Beasiswa hingga Bantuan Bencana
Secara spesifik, Yayasan Ahmad Ali Center akan memprioritaskan program-program strategis, antara lain:
- Beasiswa Pendidikan: Membantu anak-anak kurang mampu namun berprestasi.
- Bantuan Sosial: Memberikan santunan kepada fakir miskin.
- Tanggap Darurat: Menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam.
- Kegiatan Sosial-Keagamaan: Menjalankan berbagai aktivitas kemanusiaan dan keagamaan lainnya.
Untuk menjalankan amanah besar ini, koordinasi lapangan akan dipimpin oleh dua tokoh kepercayaan, yakni Hidayat Lamakarate dan Fahrudin Yunus. Keduanya akan mengonsolidasikan jaringan relawan AAC yang tersebar di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Harapan dan Kesan untuk Sulteng
Ahmad Ali berharap kehadiran yayasan ini mampu menjadi jembatan kebaikan yang dampaknya nyata. Ia ingin memastikan bahwa roda kepedulian sosial tetap berputar di tanah kelahirannya.
“Semoga dengan hadirnya AAC, manfaatnya tetap sampai kepada masyarakat, meski saya sedang mengemban tugas untuk bangsa dan negara,” harapnya.
Di tengah kesibukannya, terselip sebuah candaan yang kini populer di kalangan warga Sulteng. Banyak yang berkelakar bahwa aktivitas ekonomi lokal terasa sedikit lesu karena intensitas Ahmad Ali pulang kampung berkurang drastis.
Menanggapi hal tersebut, Ahmad Ali tersenyum dan mengiyakan bahwa ada benarnya candaan itu. Hal tersebut justru menjadi pelecut semangat baginya untuk memastikan AAC dapat menjadi perpanjangan tangannya dalam membantu menggerakkan kepedulian dan potensi ekonomi-kerakyatan di Sulawesi Tengah.










